EmitenNews.com - Astra International (ASII) bakal melakukan pembelian kembali saham alias buyback maksimal Rp8 triliun. Itu setelah mengantongi restu pemodal dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada Jumat, 17 Juli 2026. Dengan demikian, tindakan korporasi tersebut akan dilakukan dalam tempo 12 bulan mendatang.

Tepatnya, buyback dilakukan sejak 20 Juli 2026 sampai dengan 16 Juli 2027. Sumber dana buyback dari kas internal bukan pinjaman. Sesuai regulasi, buyback tidak akan melebihi 10 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor, dengan tetap memperhatikan jumlah saham free float tidak kurang dari 15 persen.

Aksi buyback tersebut, sebagai bagian dari komitmen Astra untuk meningkatkan nilai jangka panjang bagi investor, dan terus meningkatkan kerangka alokasi modal secara disiplin. Sehubungan dengan itu, buyback salah satu instrumen mengoptimalkan alokasi modal dan mendukung imbal hasil bagi para pemodal.

Modal dari Kas Internal

Tindakan korporasi itu, dilakukan dengan tetap menjaga fleksibilitas memadai untuk mendanai peluang pertumbuhan, dan mempertahankan posisi keuangan kuat. Astra berkeyakinan pelaksanaan buyback tidak akan berdampak negatif material terhadap kinerja operasional dan pendapatan perseroan.

Pasalnya, Astra saat ini memiliki modal, dan arus kas cukup untuk membiayai buyback saham, dan membiayai kegiatan usaha. Periode 16 Maret hingga 15 Juni 2026, Astra telah merealisasikan buyback senilai Rp810,7 miliar. Itu dengan menyerap maksimal 153.427.400 helai alias 153,42 juta eksemplar.

Pembelian kembali saham dilakukan dengan harga rata-rata Rp5.283 per eksemplar. Serapan buyback itu, berarti baru sekitar 40,50 persen dari total anggaran Rp2 triliun. Belanja buyback sebanyak terserap periode 16 Maret 2026 hingga 15 Juni 2026. Buyback dilakukan menyusul fluktuasi market begitu signifikan pada 13 Maret 2026.

Investor Restui MSOP

Selain itu, raksasa otomotif nasional tersebut mendapat izin mengalihkan saham hasil buyback maksimal 100 juta lembar. Saham treasuri itu, akan dialihkan dengan skema program kepemilikan saham oleh manajemen perusahaan alias management stock option plan (MSOP). Saham treasuri dari hasil buyback tiga periode.

Nah, dari tiga periode tersebut, Astra memiliki simpanan saham treasuri sebanyak 563.492.100 lembar. Itu terdiri dari 305.213.900 saham hasil buyback periode 1 sejak 3 November 2025 sampai 13 Januari 2026. Periode 2 dari 19 Januari 2026 hingga 25 Februari 2026 sebanyak 104.850.800 lembar.