Naik 6,8 Persen, Bank Neo (BBYB) Cetak Laba Bersih Rp294,85 Miliar
:
0
Bank Neo Commerce (BBYB). Foto: BBYB
EmitenNews.com - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) berhasil mengantongi laba bersih mencapai Rp294,85 miliar. Jumlah itu tumbuh 6,8 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar RP276,05 miliar.
Di samping pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp1,11 triliun, BBYB juga berhasil menekan beban operasional hingga 10,6 persen dari Rp1,14 triliun menjadi Rp1,02 triliun. Selain itu, BBYB juga mampu menekan biaya umum dan administrasi menjadi Rp214,28 miliar serta beban tenaga kerja menjadi Rp173,40 miliar.
Direktur Utama BBYB, Eri Budiono mengatakan capaian tersebut menjadikan BBYB mampu mempertahankan tren profitabilitas selama dua tahun berturut-turut.
“Tahun 2024 kemudian profit kita tetap di 2025. Nah, jadi bisa dilihat profit kita tetap terus baik,” ujarnya dalam jumpa pers, Jumat (31/7).
Selain itu, Eri menuturkan, perseroan terus memperkuat struktur keuangan dengan menjaga Interest Margin (NIM) di level tinggi, yakni 13,9%, berkat ekspansi yang terukur pada sektor ritel.
Hingga Kuartal II-2026, total penyaluran kredit BBYB tercatat mencapai Rp7,1 triliun. Portofolio tersebut masih didominasi oleh segmen ritel mencapai 80 persen, yang terdiri dari direct loan melalui Akulaku sebesar Rp2,6 triliun serta Neo Loan dan skema channeling fintech sebesar Rp3,2 triliun.
Sementara untuk kredit komersial dan institusi keuangan (FI) ditahan di kisaran Rp1,3 triliun, seiring dengan sikap hati-hati manajemen dalam mengantisipasi dinamika kondisi ekonomi makro.
Seiring peningkatan kualitas aset, BBYB berhasil menekan Cost of Credit secara signifikan hingga ke level Rp100 miliar per bulan. Perseroan juga menjaga rasio kredit bermasalah Non-Performing Loan (NPL) di level aman 3% dengan NPL coverage yang tebal melebihi 200%.
Selain ditopang ekspansi ritel, pendapatan non-bunga dari layanan pembayaran digital QRIS juga mendorong kinerja positif BBYB.
Jika sepanjang tahun 2025 lalu total transaksi QRIS berada di angka 307 juta transaksi, maka hanya dalam waktu setengah tahun di 2026, angkanya telah menembus 397 juta transaksi.
Related News
Terus Ciptakan Nilai Tambah, SBMA Perkuat Transformasi Keberlanjutan
Akselerasi Transformasi TLKM 30, Raih Pendapatan Konsolidasi Rp75,9T
Kantongi Laba Bersih di Q2, Analis Ini Nilai GOTO Lampaui Ekspektasi
Ditengah Tekanan Eksternal, IPCM Bukukan Pendapatan Rp729,68 Miliar
AMRT Cuan Rp2,03 Triliun, Gencar Ekspansi Gerai dan Royal Bagi Dividen
Didukung Prospek Infrastruktur Digital, Fundamental BACH Lebih Menarik





