EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat dibuka menguat pada pembukaan perdagangan pagi ini Selasa (28/4/2026), namun tekanan eksternal masih membayangi pergerakan pasar. IHSG naik 0,5 persen atau 35,7 poin ke level 7.142,22.

Pergerakan awal didorong oleh 320 saham yang menguat, sementara 158 saham melemah dan 481 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp536,9 miliar, dengan volume 973,6 juta saham dalam 80.930 kali transaksi. Kapitalisasi pasar meningkat menjadi Rp12.747 triliun.

20 menit berjalan IHSG terpantau labil dan terus bergerak merosot hingga menyentuh minus 0,61 persen di 7.063,23.

Meski dibuka di zona hijau, tekanan masih terasa dari aksi jual investor asing. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup di level 7.106,52 dengan foreign outflow sekitar Rp2 triliun di pasar reguler, terutama pada saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI.

Mirae Asset Sekuritas dalam risetnya (28/4) mengatakan, faktor eksternal turut menjadi perhatian, terutama lonjakan harga minyak. Harga Brent bertahan di atas USD100 per barel dalam dua hari terakhir, memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan beban subsidi, mengingat Indonesia masih berstatus net importir minyak.

Dari sisi geopolitik, ketidakpastian meningkat setelah perundingan Amerika Serikat dan Iran kembali tertunda. Presiden AS Donald Trump membatalkan pengiriman delegasi, sementara Iran mengajukan pembukaan jalur perdagangan di Selat Hormuz dengan sejumlah syarat. Kondisi ini berpotensi menjaga risk premium minyak tetap tinggi dan meningkatkan volatilitas pasar global.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak terbatas dengan level support di kisaran 7.014 hingga 6.917 dan resistance di rentang 7.244 hingga 7.346.