EmitenNews.com - PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) mendapatkan perhatian khusus oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Setidaknya tiga hal turut menjadi perhatian, mulai dari belum terbitnya laporan keuangan semester I 2026, suspensi hingga teranyar status HSC yang ditetapkan oleh BEI atas saham MDIA.

Hingga Agusuts 2026, MDIA belum melaporkan laporan keuangan periode paruh pertama 2026. Posisi terakhir laporan yang keuangan yang dilaporkan MDIA ke bursa adalah per 31 Maret 2026.

Hal itu diungkapkan Corporate Secretary MDIA, Andrew Santoni Hutasoit kala dicecar sejumlah pertanyaan dari bursa untuk meminta penjelasan dari perseroan.

“Laporan keuangan perseroan terkini yang terakhir disampaikan ke bursa adalah laporan keuangan periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026,” tulis Andrew dalam keterbukaan informasi, Senin (17/8).

Meski begitu, pihak MDIA belum secara tertulis kapan akan menyampaikan laporan keuangan terbaru yang berakhir pada semester I 2026.

Pangkas Rugi di Kuartal I 2026

Pada laporan kuangan MDIA per akhir Maret 2026, perseroan masih mencatatkan rugi bersih mengarungi tiga bulan pertama tahun ini. Kendati demikian, MDIA memangkas rugi bersih dari Rp58,26 miliar menjadi Rp8,28 miliar.

Dari sisi pendapatan neto, MDIA sebetulnya mencatatkan penurunan dari Rp167,02 miliar menjadi Rp141,71 miliar. Namun, MDIA tertolong dengan rugi selisih kurs neto yang membaik menjadi Rp8,78 miliar dari sebelumnya bengkak Rp48,23 miliar.

Total aset sebesar Rp3,13 triliun dan ekuitas positif sebesar Rp935,5 miliar. Pada periode yang sama, total liabilitas Perseroan menurun sebesar Rp199,5 miliar atau 8,3%, dari Rp2,39 triliun per 31 Desember 2025 menjadi Rp2,19 triliun per 31 Maret 2026.

“Perseroan terus mencermati kondisi industri periklanan televisi yang masih menantang dan terus berupaya menjaga kinerja program maupun operasional mellaui optimalisasi konten programming serta efisiensi biaya,” tukas Andrew.