Nilai Tukar Petani dan Luas Panen Padi Meningkat
adan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Desember 2025 mencapai 125,35 atau naik 1,05 persen dibanding November 2025.
EmitenNews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Desember 2025 mencapai 125,35 atau naik 1,05 persen dibanding November 2025. Kenaikan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 2,08 persen, lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang mengalami kenaikan sebesar 1,02 persen.
"Realisasi luas panen padi pada bulan November 2025 mencapai 0,57 juta hektare. Angka ini naik 3,56 persen dibanding November 2024 (0,55 juta hektare)," ungkap Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), pada konferensi pers di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Kenaikan luas panen ini diikuti pula oleh peningkatan produksi padi. Produksi padi pada November 2025 diperkirakan mencapai 3,20 juta ton GKG, atau naik 2,83 persen dibandingkan November tahun lalu. Sementara itu, produksi beras diperkirakan mencapai 1,85 juta ton, atau naik sebesar 2,83 persen dibandingkan November tahun lalu.
Potensi luas panen padi pada Desember 2025-Februari 2026 diperkirakan mencapai 2,00 juta hektare atau mengalami kenaikan seluas 0,47 juta hektare, atau sekitar 30,70 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selanjutnya, diperkirakan potensi produksi padi pada Desember 2025-Februari 2026 mencapai 10,81 juta ton GKG, atau naik 32,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, produksi beras pada Desember 2025-Februari 2026 diperkirakan sebesar 6,23 juta ton beras, atau naik sebesar 32,51 persen.
Selanjutnya, realisasi luas panen jagung pada bulan November 2025 mencapai 0,16 juta hektare, naik sekitar 10,09 persen dibandingkan November 2024, sehingga diperkirakan produksi jagung pada November 2025 mencapai 1,03 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) atau naik sebesar 5,32 persen dibandingkan November 2024.
Potensi luas panen jagung pada 3 bulan sesudahnya, yaitu Desember 2025-Februari 2026 diperkirakan mencapai 0,70 juta hektare atau turun sekitar 0,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Sementara itu, potensi produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) periode Desember 2025-Februari 2026 diperkirakan sebesar 4,22 juta ton, atau meningkat sebesar 0,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.(*)
Related News
IHSG Lanjut Tembus Rekor Tertinggi Baru, Lima Sektor Jadi Penopang
Hana Bank Salurkan Beasiswa Rp100 Juta
RUPSLB BTN Putuskan Tambah Komisaris Baru
IHSG Sesi I (7/1) Lanjut Reli 0,14 Persen Ngegas Naik ke 8.946
Pertamina EP Adera Field Temukan Sumur Baru, Potensinya 3.442 BOPD
Kunjungan wisatawan November 2025 Naik 9,79 Persen





