OKI Pulp & Paper Geber Pendanaan Jumbo Lewat Obligasi dan Sukuk Ini
PT OKI Pulp & Paper Mills siap terbitkan obligasi berkelanjutan tahap IV 2026
EmitenNews.com - PT OKI Pulp & Paper Mills kembali menggeber pendanaan jumbo lewat pasar modal. Perusahaan industri bubur kertas, kertas tisu, serta kimia dasar anorganik klor dan alkali yang beroperasi di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan itu telah menyiapkan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II dengan target dana total sebesar Rp12 triliun.
Sebagai bagian dari skema tersebut, Perseroan akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV Tahun 2026 dengan nilai pokok mencapai Rp2,44 triliun. Obligasi ini ditawarkan pada harga 100 persen dari nilai nominal dan terbagi dalam tiga seri dengan tenor menengah hingga panjang.
Obligasi Seri A memiliki nilai pokok Rp1,85 triliun dengan bunga tetap 7,25 persen per tahun dan tenor 5 tahun. Seri B ditawarkan sebesar Rp566,26 miliar dengan bunga 7,75 persen per tahun dan tenor 7 tahun. Sementara Seri C bernilai Rp25,92 miliar dengan bunga paling tinggi, yakni 8,00 persen per tahun dan tenor 10 tahun. Seluruh pokok obligasi dilunasi sekaligus (bullet payment) pada saat jatuh tempo.
Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan, dengan pembayaran pertama dijadwalkan pada 6 Mei 2026. Adapun jatuh tempo masing-masing seri berada pada Februari 2031 untuk Seri A, Februari 2033 untuk Seri B, dan Februari 2036 untuk Seri C.
Tak hanya obligasi, OKI Pulp & Paper Mills juga secara paralel melanjutkan Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II dengan target penghimpunan dana hingga Rp5,5 triliun secara total.
Pada Tahap IV Tahun 2026 ini, Perseroan menawarkan sukuk mudharabah senilai Rp1,5 triliun, yang dijamin secara full commitment dan diterbitkan tanpa warkat melalui penitipan kolektif di KSEI.
Sukuk Mudharabah Tahap IV juga terbagi dalam tiga seri. Seri A bernilai Rp526,53 miliar dengan nisbah setara indikasi imbal hasil 7,25 persen per tahun dan tenor 5 tahun. Seri B ditawarkan sebesar Rp822,14 miliar dengan indikasi imbal hasil 7,75 persen per tahun dan tenor 7 tahun. Sedangkan Seri C senilai Rp151,33 miliar menawarkan indikasi imbal hasil tertinggi, setara 8,00 persen per tahun dengan tenor 10 tahun. Pembayaran bagi hasil dilakukan setiap tiga bulan, dengan jadwal jatuh tempo yang sejalan dengan obligasi.
Dari sisi kualitas kredit, instrumen utang OKI Pulp & Paper Mills terbilang solid. Obligasi memperoleh peringkat idA+ dari PEFINDO dan irAA- dari Kredit Rating Indonesia. Sementara Sukuk Mudharabah mengantongi peringkat idA+(sy) dari PEFINDO dan irAA- dari KRI.
Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan terutama untuk pembayaran sebagian utang bank, termasuk angsuran pokok dan bunga, serta untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, energi, dan biaya operasional. Sementara dana sukuk mudharabah dialokasikan untuk pelunasan kewajiban pembiayaan investasi dan modal kerja berbasis syariah, serta mendukung kebutuhan operasional Perseroan.
Manajemen mengungkapkan, risiko utama yang dihadapi Perseroan berasal dari fluktuasi harga bubur kertas (pulp). Adapun bagi investor, risiko yang perlu diperhatikan antara lain potensi likuiditas terbatas, mengingat obligasi dan sukuk ini ditujukan sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Untuk masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 2–3 Februari 2026, dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 9 Februari 2026.
Sebagai informasi, PT OKI Pulp & Paper Mills merupakan perusahaan di bawah naungan Grup Sinar Mas. Susunan pemegang sahamnya adalah PT Pindo Deli Pulp And Paper Mills 49,08 persen, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk sebesar 49,08 persen, dan PT Muba Green Indonesia sebanyak 1,84 persen
Related News
Bos Danantara Blusukan ke BEI, Mau Tengok Agenda Rapat Bersama MSCI
Kembali Berdarah, IHSG Sesi I (2/2) Ambles Parah 5,31 Persen ke 7.887
BLK Disiapkan Jadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis
Investor Jangan Panik! Pasar Lagi Detox Lihat Saham Fundamental
Mentan Minta Daerah Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal
Polytama Andalkan Pasokan Propylene dari Kilang Balongan





