EmitenNews.com – PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS), sebuah perusahaan jasa angkutan laut telah melakukan Initial Public Offering (IPO) dan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham KLAS pada hari ini, Senin, 12 Juni 2023 dan menjadi emiten ke-42 yang listing sepanjang 2023 di BEI.

 

Saat IPO saham KLAS yang digelar pada 6-8 Juni 2023 dengan harga penawaran Rp146 per saham, terlihat antusiasme yang sangat besar dari investor publik. Dalam IPO ini, KLAS melepas sebanyak 540.000.000 saham baru atau mewakili 24,94% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh, sehingga Perseroan berhasil memperoleh dana Rp78,84 miliar.

 

Dalam aksi korporasi ini Perseroan menunjuk PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) sebagai perusahaan Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Lead Underwriter).

 

“Puji syukur kepada Tuhan, pada hari ini kami berhasil mencapai milestone baru. Melalui IPO ini kami ingin selalu memberi dampak positif, kami ingin secara konsisten mendukung berjalannya infrastruktur laut Indonesia yang semakin agresif berkembang. Seiring dengan hal itu, kami berharap ke depan dapat menjadi Leading Company industri jasa transportasi laut di dalam negeri,” kata Direktur Utama PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) Kurnyatjan Sakti Efendie dalam seremoni listing di BEI Jakarta, Senin (12/6/2023).

 

Kurnyatjan menyebut Indonesia merupakan Negara Kepulauan terbesar di dunia yang secara geografis terletak pada posisi strategis. Berdasarkan Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 95.181 Km dan merupakan garis terpanjang kedua di dunia, dengan luas perairan laut mencapai 5,8 juta Km2 yang merupakan 71% dari keseluruhan wilayah Indonesia. Namun perkembangan sektor maritim nasional masih sangat terbatas.

 

“Sehubungan dengan itu semua prospek makro Perseroan cukup baik karena ditopang kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan sehingga membutuhkan akomodasi pelayaran laut antar pulau untuk dapat memenuhi kebutuhan ekonomi antar pulau, serta didukung oleh pertumbuhan sektor pertambangan yang terus bertumbuh, dimana hal ini akan berdampak pada meningkatnya trafik dari perjalanan antar pulau khsususnya angkutan barang komoditas,” ujar Kurnyatjan.

 

Untuk itu melalui dana hasil IPO Perseroan akan memperkuat kinerja ke depan. Dengan sekitar 70,74% dana digunakan untuk pembelian 4 (empat) set kapal tunda (tugboat) dan tongkang (barge).

 

“Pertimbangan Perseroan memakai dana hasil Penawaran Umum untuk pembelian armada kapal dan tongkang dikarenakan dengan armada kapal yang ada saat ini, tidak mampu memenuhi permintaan pasar yang ada,” katanya.

 

Selanjutnya sekitar 14,65% dana yang diperoleh akan digunakan oleh Perseroan untuk penyetoran modal kepada Perusahaan Anak, yaitu KCL yang bergerak di bidang penggalian kuarsa/pasir kuarsa. Pertimbangan Perseroan untuk melakukan penambahan penyertaan modal di KCL adalah guna mendukung KCL dalam menjalankan kegiatan usahanya.