EmitenNews.com - PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) terus memacu pengembangan dan ekspansi bisnisnya melalui rencana pengambilalihan PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang akan dilakukan melalui afiliasi Perseroan, termasuk PT Petrosea Tbk (PTRO).

Pada Desember 2025, CUAN melalui entitas anaknya PT Kreasi Jasa Persada beserta afiliasinya secara tidak langsung telah memiliki 19,99% saham SINI dan tengah dalam proses untuk mengikuti right issue SINI.

Setelah transaksi tuntas, Petrindo dan/atau afiliasinya diharapkan memiliki sekurang-kurangnya 29% saham SINI. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan untuk memperkuat aset grup, memperluas jaringan usaha, serta membangun perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan yang terintegrasi.

Secara teknis, proyeksi total cadangan yang dimiliki oleh perusahaan dan anak usaha akan berkisar sekitar 378 juta ton batubara. Basis sumber daya tersebut memberikan fondasi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan produksi jangka panjang sekaligus memperkuat keberlanjutan operasi grup.

"Dengan ekspansi Petrindo bersama anak usaha dengan Singaraja Putra, kami memproyeksikan akan mampu meningkatkan produksi secara bertahap hingga melampaui 30 juta ton per tahun sampai 2031 nanti. Hal ini akan berpotensi menempatkan grup menjadi salah satu produsen batubara enam besar di Indonesia berdasarkan volume produksi tahunan," ujar Michael, Direktur Utama CUAN, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Ia menyatakan, nilai strategis transaksi ini tidak hanya terletak pada tambahan cadangan dan peningkatan produksi. Akuisisi SINI memperkuat model bisnis terintegrasi Petrindo yang menggabungkan kepemilikan sumber daya, kemampuan operasional Petrosea, serta infrastruktur logistik yang mampu mengelola volume besar per tahun melalui aset yang dimiliki maupun dikelola grup.

Melalui model tersebut, peningkatan produksi tidak hanya menghasilkan tambahan penjualan batubara, tetapi juga meningkatkan utilisasi jalan tambang, pelabuhan, dan fasilitas logistik yang telah dibangun. Sinergi antara aset tambang dan infrastruktur ini menjadi salah satu faktor utama yang mendukung penciptaan nilai tambah di seluruh rantai bisnis pertambangan Perseroan.

Dari sisi operasional, Petrindo dengan anak usaha juga akan melakukan pengembangan infrastruktur jalan tambang mendukung operasional all-weather road, penggunaan double trailer, serta pengembangan armada kendaraan listrik (EV truck) guna meningkatkan efisiensi logistik dan produktivitas operasional.

Melalui pengambilalihan SINI, emiten tambang yang tergabung dalam Grup Barito milik Prajogo Pangestu itu tidak hanya memperbesar basis sumber daya dan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat integrasi antara tambang, jasa pertambangan, dan infrastruktur logistik dalam satu platform usaha yang terhubung.

Sepanjang 2025, CUAN membukukan pendapatan USD1.215,62 juta, meningkat 51,63% dibandingkan tahun sebelumnya USD801,72 juta yoy. Ebitda tumbuh 24,49% pada full year 2025 menjadi USD404,62 juta dibandingkan tahun 2024.