Pandemi Covid-19 yang Belum Juga Melandai, Diperkirakan Bebani Pergerakan IHSG Hari Ini
EmitenNews.com – Pandemi virus corona penyebab coronavirus disease 2019 (covid-19) yang belum juga menunjukkan tanda-tanda melandai, diperkirakan bakal membebani pergerakan indeks. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih loyo dan melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa (1/12/2020) ini. Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan dalam riset tertulisnya, yang dikutip Selasa (1/12/2020), menuturkan, investor perlu mencermati kenaikan angka kasus covid-19. Diperkirakan pelemahan ini hanya bersifat sementara. Selain data kasus covid-19, pelaku pasar akan mencermati sejumlah data perekonomian. Meliputi, tingkat inflasi yang akan diumumkan oleh BPS hari ini serta data sektor manufaktur. Pada perdagangan kemarin, indeks saham ditutup melemah cukup tajam 2,96 persen ke level 5.612. Kejatuhan IHSG dipicu rebalancing atau penyusunan ulang portofolio Morgan Stanley Capital International (MSCI) Indonesia Index. Dennies Christoper Jordan memperkirakan, koreksi masih akan berlanjut dalam jangka pendek. IHSG diperkirakan bergerak di rentang support 5.422-5.517 dan resistance 5.752-5.892 pada perdagangan hari ini. Pengamatan serupa datang dari Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya. Ia juga memperkirakan IHSG melemah pada perdagangan hari ini. "Arus deras capital outflow yang masih tercatat secara year to date (sejak awal tahun) turut memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG." Namun, ia mengatakan jika koreksi kemarin adalah wajar. Itu terjadi lantaran IHSG sudah mengalami kenaikan signifikan beberapa pekan terakhir. Hari ini, ia meramal IHSG melaju di rentang 5.478-5.641. ***
Related News
Di Balik Angka Laba Cimory di Tahun 2025 Part 2, Ini Strategi Salesnya
Cerita Di Balik Angka Laba Cimory di Tahun 2025 Part 1
Program Susu Sekolah MBG jadi Katalisator Ultrajaya Tekan Biaya Iklan
Efek Hormuz dan Prospek Fiskal, Bagaimana Nasib Market Ke Depan?
Transparansi 1 Persen - Titik Buta Pengawasan Pasar: Studi Kasus TPIA
Memaknai Rating Outlook Negatif Fitch dan Moody's untuk Indonesia





