EmitenNews.com - PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) berencana menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue senilai maksimum Rp200 miliar.

Direktur PART, Tjoeng Rino Saputra menerangkan bahwa dana yang diperoleh dari rights issue akan dialokasikan untuk memperkuat modal kerja, termasuk kebutuhan pembelian bahan baku, peningkatan aktivitas produksi, serta kebutuhan operasional dan pengembangan usaha Perseroan.

"Perseroan menargetkan pelaksanaan aksi korporasi tersebut pada kuartal I 2027, dengan tetap memperhatikan kesiapan Perseroan dan kondisi pasar," ujar Tjoeng dalam keterangan tertulis, Senin (28/9).

Di saat yang sama, PART juga tengah menyiapkan buyback saham maksimum 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan dengan anggaran maksimal sebesar Rp10 miliar.

Pelaksanaan buyback direncanakan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB, dengan tetap memperhatikan kondisi pasar, ketersediaan dana, kebutuhan operasional Perseroan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan dan peraturan Bursa Efek Indonesia yang berlaku.

Kinerja 2025 Tumbuh

Sepanjang tahun 2025, PART mengemas penjualan meningkat 38,23% menjadi Rp369,59 miliar, dibandingkan Rp267,38 miliar pada 2024.

Pertumbuhan penjualan tersebut turut diikuti peningkatan profitabilitas. Laba kotor Perseroan meningkat 20,93% dari Rp58,53 miliar menjadi Rp70,78 miliar. Laba usaha tumbuh 29,93% dari Rp31,26 miliar menjadi Rp40,62 miliar, sementara laba bersih meningkat 29,97% dari Rp23,24 miliar menjadi Rp30,21 miliar.

“Pertumbuhan kinerja tahun 2025 menjadi landasan penting bagi Perseroan untuk melanjutkan pengembangan usaha secara berkelanjutan. Ke depan, kami akan tetap memperkuat bisnis komponen otomotif sebagai fondasi Perseroan, sekaligus mengembangkan kapabilitas engineering dan manufaktur untuk menjangkau kebutuhan industri yang lebih beragam,” ujar Tjoeng.

Dari capaian kinerja itu, Tjoeng mengungkapkan bisnis komponen otomotif menjadi penopang utama kegiatan usaha PART.