Pasar Berharap Santa Clause Rally, IHSG Berpeluang Jajal Resistance 6.617

EmitenNews.com - IHSG pada perdagangan Senin 27 Desember 2021 kemarin ditutup menguat 0,19% pada level 6575.
Penguatan IHSG dimotori oleh saham sektor basic materials yang membukukan penguatan terbesar.
Sayangnya laju penguatan IHSG terhambat oleh kinerja saham sektor consumer cyclicals yang mengalami pelemahan terbesar. Investor asing net buy Rp365,53 miliar, termasuk transaksi di pasar negosiasi atas saham BBKP senilai Rp265,74 miliar.
Pada perdagangan hari ini Waterfront Sekuritas memprediksi IHSG bergerak pada kisaran support 6550/6525 - resistance 6592/6617.
Semalam indeks di bursa Wall Street ditutup menguat dipicu oleh data penjualan ritel musim liburan yang meningkat 8,5% selama periode 1 November hingga 24 Desember yang didorong oleh kenaikan penjualan e-commerce.
"Penguatan penjualan ritel tersebut menunjukkan kekuatan ekonomi AS dan mengurangi kecemasan akan dampak varian omicron, meskipun saham sektor perjalanan terkena dampak dari banyaknya penerbangan yang dibatalkan akibat penyebaran omicron," kata analis Waterfront Sekuritas, Ratna LIm.
Saham sektor teknologi juga menguat yang mendorong kenaikan Nasdaq Composite.
Pasar juga berharap akan adanya Santa Clause Rally yang biasanya terjadi pada lima hari perdagangan menjelang penutupan tahun hingga dua hari perdagangan pada awal tahun.
Periode ini dimulai pada perdagangan Senin kemarin di Wall Street. Sementara itu saham sektor energi juga menguat didorong oleh kenaikan harga minyak mentah.
Untuk hari ini Waterfront Sekuritas mengunggulkan saham BBCA, BBNI, BRIS, MDKA, INCO, TINS, INKP, dan CPIN.(fj)
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal