Pasar Melambat, SMGR Perkuat Strategi Semen Hijau
Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Indrieffouny Indra
EmitenNews.com - Di tengah kondisi overcapacity dan perlambatan pasar semen domestik sepanjang 2025, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (kode saham: SMGR) atau SIG memilih fokus memperkuat transformasi bisnis. Langkah tersebut disampaikan melalui ajang SIG Infrastructure Summit bertema “Bangga Bangun Indonesia” yang digelar di Bali.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, mengatakan perseroan terus menghadirkan solusi bahan bangunan dan layanan pendukung yang inovatif serta relevan dengan kebutuhan pasar yang semakin dinamis. SIG juga mendekatkan diri ke pelanggan di berbagai daerah sekaligus memperkuat tata kelola rantai pasok agar lebih efisien.
“Perseroan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pelanggan melalui pengembangan semen hijau, produk inovatif, dan solusi konstruksi terintegrasi. Kami memastikan setiap produk dan layanan tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis proyek, tetapi juga mendukung target keberlanjutan jangka panjang,” ujar Dicky dalam keterangannya, Rabu, 14 Januari 2025.
Forum ini juga menjadi wadah kolaborasi antara pelaku industri, perbankan, dan pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Dari sisi perbankan, VP of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri Tbk, Dendi Ramdani, menyampaikan bahwa penjualan semen nasional masih berpeluang tumbuh sekitar 2,5 persen pada 2026, didorong belanja infrastruktur dan sektor properti, meski tantangan overcapacity masih membayangi.
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, mengajak seluruh pemangku kepentingan mendorong konstruksi berkelanjutan melalui penggunaan material bangunan rendah karbon. Ia memperkenalkan semen hijau SIG yang mampu menekan emisi karbon hingga 38 persen dibandingkan semen konvensional, dengan tingkat kandungan dalam negeri di atas 90 persen.
Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur nasional harus sejalan dengan agenda transisi rendah karbon agar Indonesia tetap berdaya saing secara global.
“Melalui kolaborasi dan inovasi material, SIG berkomitmen menghadirkan solusi konstruksi berkelanjutan yang memberikan nilai tambah nyata bagi pembangunan Indonesia,” ujarnya.
Related News
Kerek Performa, ARNA Buyback Rp100 Miliar
LPCK Raup Marketing Sales Rp1,65 Triliun, Segmen Ini Dominan
Kantongi Restu, BUVA Gaspol Right Issue 50 Miliar Lembar
Pengendali Lego Rp1,38 Triliun, Saham NCKL Anjlok 6,17 Persen
Surplus 103 Persen, Grup Sinarmas (SMAR) Tabulasi Laba Rp2,58 Triliun
MEJA Gelontor Saham Bonus 1,78 Miliar Lembar, Telisik Jadwalnya





