Pefindo Pertahankan Peringkat idAAA untuk BTN, Prospek Stabil
:
0
Gedung baru Bank BTN berdiri tegak di kawasan Kuningan, Jakarta. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) kembali memperoleh penegasan peringkat tertinggi idAAA dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).
Analis dari Pefindo yakni, Handhayu Kusumowinahyu dan Reza Firdaus mengungkap dala keterangan tertulisnya yang dikutip Selasa (9/12) bahwa peringkat sempurna tersebut sekaligus memperkuat posisi BTN sebagai bank yang dinilai memiliki kemampuan sangat kuat dalam memenuhi komitmen keuangannya.
Pada saat yang sama, Pefindo juga menetapkan peringkat idAAA untuk rencana penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I dengan nilai maksimum Rp10 triliun, serta peringkat idAA untuk rencana penerbitan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I senilai hingga Rp5 triliun.
Peringkat subordinasi ditempatkan dua tingkat lebih rendah karena adanya klausul non-viability sesuai ketentuan regulator.
Pefindo menjelaskan bahwa penegasan peringkat tersebut terutama dipengaruhi oleh tingkat kemungkinan yang sangat kuat terhadap dukungan pemerintah kepada BTN sebagai bank penyalur kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi.
Namun, lembaga pemeringkat juga menyoroti faktor pembatas berupa kualitas aset yang masih di bawah rata-rata dan tingkat profitabilitas yang moderat.
Pefindo menjelaskan peringkat BTN dapat diturunkan bila terjadi pelemahan dukungan pemerintah atau menurunnya peran BTN dalam program perumahan nasional.
Sebagai informasi, BTN merupakan bank milik pemerintah yang fokus pada pembiayaan perumahan, khususnya KPR subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah.
Per 30 Juni 2025, komposisi kepemilikan saham perseroan tercatat dimiliki BP Danantara melalui PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) sebesar 60%, masyarakat 40%, dan pemerintah tetap menguasai satu saham Dwiwarna sebagai kontrol khusus.
Related News
Babak Belur, CMPP Paruh Pertama Tekor Rp1,45 Triliun
ASLC Catat Pendapatan Naik, Tapi Laba Bersih Susut 54% di Q1 2026
Laba dan Pendapatan Emiten Grup Lippo (LPCK) Kompak Melejit
ADHI Buka Suara Soal Keterlambatan Serah Terima Unit Anak Usaha ADCP
Biayai Akuisisi, MGLV Right Issue 285,73 Juta Lembar
Beban Membengkak, GTSI Berbalik Rugi USD1,92 Juta di Semester I 2026





