Pefindo Tegaskan Peringkat Obligasi PTPP, Ini Alasannya
:
0
Seorg pekerja diproyek milik PTPP
EmitenNews.com - PEFINDO menegaskan peringkat idA untuk PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) serta Obligasi Berkelanjutan II dan Obligasi Berkelanjutan III.
PEFINDO juga menegaskan peringkat idA(sy) untuk Sukuk Mudharabah I yang diterbitkan Perusahaan. Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah stabil. Peringkat tersebut mencerminkan tingkat kemungkinan yang kuat akan adanya dukungan pemerintah, posisi PTPP yang kuat di industri, sumber pendapatan yang terdiversifikasi, dan fleksibilitas keuangan yang relatif kuat.
Kekuatan ini diimbangi oleh leverage PTPP yang tinggi dan cakupan arus kas yang lemah, eksposur terhadap segmen properti yang berisiko tinggi, dan lingkungan usaha yang fluktuatif.
Peringkat dapat dinaikkan jika PTPP memperbaiki leverage dan cakupan utang secara berkelanjutan didukung oleh peningkatan marjin yang substansial dari bisnis yang terdiversifikasi dan penagihan piutang yang lebih cepat. Kami dapat menurunkan peringkat jika profitabilitas memburuk secara material karena manajemen proyek yang lebih lemah atau persaingan yang meningkat atau Perusahaan berutang lebih tinggi dari yang diproyeksikan karena eksposur PTPP yang lebih tinggi pada proyekproyek investasi.
Didirikan pada tahun 1953, PTPP adalah salah satu perusahaan yang bergerak di sektor rekayasa dan konstruksi. Perusahaan saat ini berkembang ke sektor properti, dan realti, pracetak, dan penyewaan alat berat serta investasi di sektor energi dan infrastruktur. Pada akhir Desember 2023, pemegang sahamnya terdiri dari pemerintah Indonesia (51,0%), Koperasi Karyawan (Kopkar) (0,03%), dan publik (48,74%).
Related News
Anak Usaha SMGR Suplai Beton Sekolah Rakyat di Empat Provinsi
WTON Suplai Material Proyek NPEA Pelindo, Kontrak Capai Rp153M
PPRO Lepas Hotel Prime Park Bandung Rp133M, Fokus Perkuat Bisnis Inti
GOTO Pastikan PHK Tokopedia Tak Berdampak Material ke Kinerja
Saham LUCY Terbebas dari HSC, Tapi Ambruk 10 Hari Beruntun
AADI Suntik Pinjaman USD100,8 Juta ke Kaltara Power Indonesia





