Pemegang Saham ATIC Setujui Right Issue, Terima Pengunduran Diri Jonan
PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC)
EmitenNews.com - Pemegang saham PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) telah menyetujui rencana pelaksanaan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 27 Maret 2026.
Harry Surjanto Hambali, Presiden Direktur ATIC dalam keterbukaan informasi, dikutip Minggu (29/3/2026) mengatakan, penambahan modal tersebut sebanyak-banyaknya 600 juta saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Total jumlah saham baru yang akan diterbitkan itu setara 25,91% dari jumlah saham yang diterbitkan dalam Perseroan.
Dalam keterbukaan informasi Perseroan sebelumnya, manajemen menjelaskan bahwa rasio right issue adalah 4:1. Dengan demikian, setiap pemegang empat saham lama berhak memperoleh satu HMETD yang memberikan hak membeli satu saham baru Perseroan.
Adapun tanggal pencatatan saham (recording date) Pemegang saham yang berhak mengikuti rights issue tersebut adalah pada 26 Februari 2026. Sementara harga pelaksanaan akan ditetapkan kemudian dengan mempertimbangkan harga pasar saham dan memberikan diskon untuk mendorong partisipasi investor.
Berdasarkan harga penutupan saham ATIC pada 5 Maret 2026 sebesar Rp560 per saham, Perseroan memperkirakan harga rights issue akan berada di kisaran tersebut dengan mempertimbangkan harga teoritis sesuai ketentuan bursa.
Selain itu, manajemen ATIC juga menjelaskan bahwa Dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan Perseroan, terutama untuk pelunasan obligasi yang akan jatuh tempo pada 11 Juli 2026 serta mendukung kebutuhan modal kerja.
Per 30 September 2025, Perseroan memiliki kas dan setara kas sebesar Rp445,28 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp120,57 miliar atau setara 27,08% akan dialokasikan untuk pembayaran obligasi yang jatuh tempo.
Selain itu, sebagian dana hasil rights issue juga akan digunakan untuk modal kerja, termasuk pembayaran gaji karyawan sekitar Rp60 miliar untuk periode Juli 2026 hingga Juni 2027.
Pemegang saham utama Perseroan, TIS Inc., menyatakan tidak akan mengambil bagian dalam rights issue tersebut karena sedang melakukan evaluasi atas investasi luar negeri, termasuk di Anabatic.
Saat ini kepemilikan TIS Inc. di ATIC tercatat sebesar 37,28%. Jika tidak mengikuti rights issue, kepemilikannya diperkirakan terdilusi menjadi sekitar 29,61%, namun masih memenuhi kriteria sebagai pemegang saham utama Perseroan.
Hasil RUPS tersebut juga telah menyepakati pengunduran diri Ignasius Jonan selaku Anggota Dewan Komisaris Perseroan, yang berlaku efektif setelah diangkatnya anggota Komisaris yang baru, yaitu pada saat ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang terdekat setelah tanggal Rapat ini.
Related News
Bank BJB Tawarkan Obligasi Rp932 Miliar, Bunga Hingga 6,25 Persen
Kepepet Utang! BAJA Minta Izin Rights Issue 1 Miliar Saham Baru
KKGI Defisit 93 Persen Laba Bersih di 2025, Tersisa USD2,42 Juta
Direktur VTNY Milokevin Wendiady Mengundurkan Diri
Laba Naik, Alfamart (AMRT) Kantongi Revenue Rp126,73 Triliun di 2025
Dari Rp18T ke Rp44T, Pendapatan hingga Laba HRTA Kian Berkilau di 2025





