Pemerintah Tawarkan 10 Area Blok Migas, Investor Silahkan Merapat
Ilustrasi Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan pembukaan 10 area potensi blok migas baru yang telah selesai melalui tahap studi mendalam. Dok. JawaPos.
EmitenNews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan pembukaan 10 area potensi blok migas baru yang telah selesai melalui tahap studi mendalam. Pemerintah berupaya memperkuat ketahanan energi nasional, salah satunya dengan upaya eksplorasi dan mendorong peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas).
Dalam keterangannya Kamis (5/3/2026), Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan bahwa 10 area ini bagian dari 110 area potensi yang telah dipetakan hingga Februari 2026. Badan Geologi dan LEMIGAS telah menyelesaikan studinya sehingga dipastikan memiliki kualitas data yang lebih baik.
"Studi tersebut bagian dari peran aktif Pemerintah melalui Badan Geologi dan LEMIGAS untuk meningkatkan kualitas data migas agar calon investor migas lebih tertarik utamanya dalam eksplorasi migas. Sebanyak 10 area tersebut bagian dari 110 area potensi blok migas baru yang tempo hari dibuka oleh Kementerian ESDM secara luas," ungkap Laode Sulaeman dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026).
Berikut daftar 10 area migas yang telah selesai tahap studi mendalam:
- RUPAT
- PURI
- KARAPAN BARU
- PESUT MAHAKAM
- BENGARA II
- MARATUA II
- SOUTH MATINDOK
- LAO-LAO
- ROMBEBAI
- NORTHERN PAPUA /JAYAPURA
Pemerintah berkomitmen dalam upaya menciptakan iklim investasi hulu migas yang atraktif melalui berbagai kebijakan fiskal baru. Beberapa kemudahan yang ditawarkan antara lain fiscal terms yang semakin menarik dengan split atau bagi hasil Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) hingga 50% (sebelumnya hanya 15-30%).
Kemudian, fleksibilitas kontrak migas. KKKS dipersilahkan memilih jenis kontrak, baik Cost Recovery atau Gross Split, insentif hulu migas untuk optimalisasi produksi dan pembebasan indirect tax pada masa eksplorasi.
Pemerintah mengundang para calon investor yang memiliki kapabilitas untuk menyampaikan minat melalui dua metode, yaitu Penawaran Langsung melalui Studi Bersama atau Lelang Reguler. Proposal Penawaran Langsung maupun Lelang Reguler untuk 10 area tersebut dapat disampaikan kepada Ditjen Migas mulai tanggal 1 April 2026 dan paling lambat tanggal 10 April 2026 secara lengkap dan benar.
Dalam upaya mempermudah calon investor, Ditjen Migas juga membuka layanan coaching untuk persiapan proposal Studi Bersama atau persiapan proposal Lelang Reguler mulai saat ini sampai 1 April 2026 (untuk penjadwalan dapat menghubungi Ilham di nomor 085156872197).
Calon investor juga dapat mengakses informasi terkait potensi migas 10 Area tersebut melalui Akses Data Room di LEMIGAS hingga tanggal 10 April 2026 (untuk penjadwalan dapat menghubungi Nita di nomor 081296095629).
"Pemerintah semakin terbuka dan aktif turun langsung dalam fasilitasi percepatan perizinan dan birokrasi lintas instansi. Pemerintah juga melakukan eksplorasi langsung dengan pembiayaan APBN (termasuk seismik), untuk mengurangi risiko eksplorasi dan mendorong investasi," ujar Laode Sulaeman. ***
Related News
Babak Baru Sengketa Hotel Sultan, Pontjo Sutowo Kasasi ke MA
BI Ungkap Sudah 267 Pemda Gunakan KKI, Total Transaksi Rp665 Miliar
Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen, Berikut Strategi Menko Airlangga
Bahlil Sebut Impor Minyak Mentah Dari AS Sudah Berlangsung
BI: Outlook Fitch Tak Cerminkan Pelemahan Fundamental Ekonomi RI
Stimulus Idulfitri Diharapkan Bawa Pertumbuhan 5,5 Persen di TW1





