Pendapatan 98 Persen Pelaku UMKM Turun Dampak Pandemi di 2020
:
0
EmitenNews.com - Dukungan pembiayaan menjadi salah satu aktivitas kunci yang dihadirkan oleh perusahaan teknologi finansial atau fintech dalam membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia bangkit dari dampak Covid-19 yang luar biasa.
Menurut data Bappenas tahun 2020, sebanyak 98% pelaku UMKM di Indonesia mengalami penurunan pendapatan. Keuangan turut menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM pada masa penuh ketidakpastian ini.
Riset terbaru Tenggara Strategics berjudul “Beyond Lending: Membangun Ketahanan UMKM di Masa Pandemi Covid-19 – Studi Kasus Investree 2020-2021”, menunjukkan perusahaan fintech lending, seperti Investree, memberikan dampak positif dan signifikan terutama dalam meningkatkan pendapatan UMKM serta menambah lapangan pekerjaan.
Executive Director Tenggara Strategics, Riyadi Suparno, menilai temuan tersebut menarik sekaligus memperkuat gagasan bahwa alternatif pembiayaan fintech lending memberikan dampak positif bagi ketahanan bisnis UMKM.
Selama pandemi Covid-19 berlangsung, mayoritas pelaku UMKM mengalami penurunan pendapatan sebagai pengaruh dari permintaan yang menurun. Akibatnya, pelaku UMKM seringkali harus bertahan dengan mengurangi jumlah sumber daya manusia yang dipekerjakan oleh mereka.
“Untungnya akses pembiayaan yang difasilitasi perusahaan fintech lending seperti Investree bisa membantu dan mendukung pelaku UMKM dalam meningkatkan pendapatan mereka. Tak hanya itu, pelaku UMKM bahkan berhasil menambah lapangan pekerjaan atau mempertahankan tenaga kerja,” ucap Riyadi, dalam keterangan pers dikutip Sabtu (26/3/2022).
Hasil riset kuantitatif dan kualitatif Tenggara Strategics kepada 275 Borrower menyatakan akses pembiayaan yang difasilitasi oleh Investree telah mendukung keberlangsungan bisnis pelaku UMKM selama pandemi sejak 2020 hingga 2021.
Dari aspek keuangan/ekonomi, Investree membantu pelaku UMKM tetap beroperasi sekaligus meningkatkan pendapatan. Sebanyak 96% Borrower Investree dari segmen mikro–atau Borrower dengan jumlah pinjaman kurang dari Rp4,5 juta per tahun–dapat mempertahankan atau meningkatkan pendapatannya selama masa pandemi.
Selain itu, Investree turut berperan dalam membuka lapangan pekerjaan baru. Setelah pinjamannya disalurkan melalui Investree, 14% borrower dari segmen small/kecil–atau borrower dengan jumlah pinjaman kurang dari Rp5,5 miliar per tahun–dan 39% borrower dari segmen medium/menengah–atau borrower dengan jumlah pinjaman lebih dari Rp5,5 miliar per tahun–mampu menciptakan lapangan pekerjaan pada masa pandemi (1.407 dan 1.175 secara berurutan).
Akses pembiayaan yang disediakan oleh Investree juga meningkatkan inklusi keuangan, di mana 39% dari para Borrower mendapatkan pinjaman pertama mereka dari platform fintech lending khususnya Investree.
Related News
Lambang Perjuangan Lawan Kolusi Itu, Buruh Bernama Marsinah
JPU Siap Tanggung Jawab Tuntutan Atas Nadiem, Sampai di Akhirat
Tren Positif Hubungan RI-Rusia, Nilai Perdagangan Capai USD4,8 Miliar
Kecelakaan Bus Maut di Sumsel, Korban Tewas Jadi 19 Orang
Ada Heri Black dalam Kasus Korupsi Bea Cukai yang Ditangani KPK
Siapkan CNG Pengganti LPG, Pemerintah Rumuskan Standar Keselamatan





