EmitenNews.com - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), perusahaan industri sawit, perkayuan, dan EBT tercatat di Bursa Efek Indonesia mencatatkan pertumbuhan pendapatan 7,7% mencapai Rp2,9 triliun secara tahunan (year-on-year/YoY) dan laba dibukukan sebesar Rp421 miliar, meningkat 14,8% YoY.

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, menyampaikan bahwa segmen kelapa sawit masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan Perseroan.

Perseroan mencatat penjualan CPO meningkat 18% namun harga jual rata-rata (average selling price/ASP) turun sekitar 3% pada kuartal pertama tahun 2026. Meskipun demikian, segmen kelapa sawit tetap memberikan kontribusi positif terhadap kinerja pada periode ini.

“Perseroan menyiapkan berbagai langkah strategis dan penuh kehati-hatian, termasuk program replanting untuk menjaga produktivitas kebun. Hingga saat ini, realisasi replanting mencapai sekitar 5.000an hektar,” jelas Andrianto, dalam keterangan, Senin (27/4/2026).

Seiring peningkatan pendapatan, beban pokok penjualan juga meningkat 10% YoY menjadi Rp 2 triliun seiring peningkatan volume penjualan CPO.

Namun, upaya Perseroan dalam melakukan deleveraging telah membuahkan hasil dengan turunnya biaya bunga pinjaman yang berdampak pada peningkatan laba Perseroan.

Total aset DSNG pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp17,7 triliun, meningkat tipis 0,8% YoY. Liabilitasnya Rp5,7 triliun dan ekuitas Rp12 triliun.

Pada sisi produksi tandan buah segar atau TBS, DSNG mencatat kenaikan 2,7 YoY. Produksi minyak sawit mentah atau CPO naik 2,1% menjadi 141 ribu toon, palm kernel naik 2,9% YoY menjadi 27 ribu ton, dan palm kernel oil meningkat 5,7% menjadi 8,5 ribu ton.

Perseroan juga mencatat Oil Extraction Rate (OER) 23,32% dan tingkat free fatty acid (FFA) sekitar 3%.

Di segmen industri kayu, Perseroan mencatat penurunan penjualan karena pengaruh tekanan di pasar global. Untuk segmen energi terbarukan, perseroan mencatat penurunan ekspor cangkang inti sawit akibat melemahnya permintaan pasar biomassa Jepang.