Resilien, Laba MAPI Melenting 27 Persen Semester I
:
0
Salah satu gerai besutan Mitra Adiperkasa. FOTO - DOK MAPI
EmitenNews.com - Mitra Adiperkasa (MAPI), peritel gaya hidup terkemuka di Indonesia, semester pertama 2026 mencatat pendapatan bersih meningkat 23,4 persen menjadi Rp24,2 triliun. Laba kotor mencapai Rp9,8 triliun, sementara laba usaha naik 23,2 persen menjadi Rp2,0 triliun, dengan EBITDA tercatat Rp3,8 triliun.
Laba bersih meningkat 26,9 persen mencapai Rp1,5 triliun. Pada kuartal kedua, MAPI mencatat pertumbuhan pendapatan bersih 15,5 persen menjadi Rp11,9 triliun. Laba kotor Rp4,9 triliun, aba usaha naik 12,5 persen menjadi Rp970 miliar, dan EBITDA mencapai Rp1,9 triliun. Selain itu, laba bersih melejit 19,4 persen menjadi Rp690 miliar.
”MAPI kembali mencatat kinerja resilien kuartal kedua tahun ini. Meski permintaan pelanggan mengalami normalisasi setelah lebaran, customer traffic kembali meningkat sepanjang Mei-Juni, didukung rangkaian libur panjang, dan libur sekolah. Itu mencerminkan kekuatan portofolio terdiversifikasi, dan MAPI tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan," tutur Ratih D. Gianda, VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group.
Sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat portofolio brand, dan memperluas ekspansi regional, MAPI menghadirkan Timberland di Thailand, kemudian diikuti peluncuran Abercrombie & Fitch, dan Hollister di Filipina. Selain itu, MAPI juga meningkatkan efisiensi operasional melalui pengelolaan biaya, dan back-end process lebih disiplin, sekaligus mengoptimalkan automation, dan digitalisasi guna memberikan layanan baik kepada pelanggan semua platform.
MAPI juga terus menunjukkan komitmen dalam membangun budaya kerja positif, dan mengembangkan kapabilitas karyawan. Komitmen itu, diakui melalui berbagai penghargaan, termasuk Best Companies to Work For in Asia dari HR Asia, Best Soft Skills Training Program dari Employee Experience Awards, dan Best Learning & Development dari HR Excellence by SWA.
"Di tengah ketidakpastian makroekonomi, dan geopolitik, kami lebih berhati-hati mengelola bisnis. Itu dilakukan dengan terus memahami preferensi pelanggan, memperkuat kapabilitas omni-channel, dan memastikan perusahaan tetap adaptif terhadap dinamika pasar. Kami terus melakukan inisiatif untuk keberlanjutan MAPI sehingga menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan," tutup Ratih. (*)
Related News
SMSM Bagi Dividen Interim Rp230,35 Miliar, Cum Date 6 Agustus
TAXI Kapok Rugi, Laba Meroket 142 Persen, dan Aset Kian Gemuk
Sudahi Semester I, JAYA Tabulasi Laba Meledak 296 Persen
Direktur Cabut, ini Respons Emiten Raffi-Nagita (RANS)
Laba dan Pendapatan ASGR Positif, Berikut Detailnya
Produksi dan Sales Nikel Matte Vale (INCO) Semester I Turun, Laba?





