EmitenNews.com - PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) meraup pendapatan sebesar Rp57,90 miliar, meningkat dari Rp38,91 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, atau tumbuh sekitar 48,8% year-on-year.

Pertumbuhan pendapatan, turut mendorong peningkatan laba kotor JAST menjadi Rp14,14 miliar, dibandingkan kuarta I/2025 sebesar Rp12,89 miliar. Kendati demikian, perseroan mengalami rugi bersih periode berjalan sebesar Rp1,09 miliar, menurun dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,25 miliar.

Direksi JAST menyebut, penurunan itu dipengaruhi oleh peningkatan beban usaha dan beban keuangan, termasuk beban penyusutan (depreciation) atas investasi infrastruktur dan teknologi, serta belum optimalnya pengakuan pendapatan dari beberapa kontrak baru yang masih dalam tahap implementasi pada awal tahun.

Sementara itu, dari sisi neraca, jumlah aset JAST per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp181,34 miliar, meningkat dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp178,74 miliar. Sementara itu, jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp86,12 miliar dan jumlah ekuitas sebesar Rp95,22 miliar.

Perseroan juga mencatatkan perbaikan arus kas dari aktivitas operasi menjadi positif sebesar Rp434,05 juta pada kuartal I 2026, dibandingkan posisi negatif sebesar Rp131,50 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan kas dari pelanggan juga meningkat menjadi Rp50,26 miliar, dari sebelumnya Rp28,86 miliar.

Di tengah dinamika tersebut, peningkatan pendapatan pada kuartal I/2026 menunjukkan bahwa JAST terus menguatkan momentum pertumbuhan bisnis. Hingga Maret 2026, JAST telah memperoleh beberapa tender lembaga pemerintah, di antarnya Contact Center Kemendikdasmen, Layanan Masyarakat 175 BPJS Ketenagakerjaan, Layanan Omnichannel dan Whatsapp API Baznas, Layanan Contact Center 136 ESDM, Layanan WhatsApp Terintegrasi BPJS Kesehatan, juga berbagai jasa nilai tambah ke enterprise dan penjajakan ke perbankan.

“Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat efisiensi operasional, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas solusi digital yang relevan dengan kebutuhan pelanggan dan mitra strategis. Perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat layanan contact center, omnichannel, layanan digital, serta solusi teknologi pendukung layanan publik dan korporasi. Dengan dukungan kapabilitas operasional dan teknologi yang terus dikembangkan, Perseroan optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” tulis direksi dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

Adapun pada perdagangan intraday Rabu (29/4), saham berada di level Rp100, sempat menyentuh level tertinggi di Rp102.