Pendapatan Naik 82 Persen, Laba Kuartal I-2026 Persada (PADA) Terbang
:
0
Tampak depan kantor PT Persone Alih Daya Tbk (PADA) atau PERSADA. Photo/Rizki EmitenNews
EmitenNews.com -PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) sebagai Perusahaan di bidang jasa Tenaga Alih Daya atau outsourcing, menyampaikan Laporan Keuangan pada Kuartal Pertama Tahun 2026 (Q1-2026) dengan perolehan positif. Laba bersih Perseroan pada Q1-2026 sebesar Rp2,8 miliar atau meningkat 2.468,1% secara yoy dari Rp108,27 juta di tahun lalu.
Perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan sebesar 82,1% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp466,3 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja kuat dari lini bisnis jasa Kurir (Courier Services), serta kontribusi peningkatan dari lini bisnis Technical Services, project penjualan & instalasi produk Starlite (Fiber to the Home/FTTH) dan Internet Rakyat (IRA) 5G Fixed Wireless Access (FWA), serta lini bisnis Call Center.
Perseroan mencatatkan peningkatan laba kotor sebesar 72,1% secara yoy pada Q1-2026 menjadi Rp16,3 miliar. Meskipun beban pokok pendapatan tumbuh sedikit lebih tinggi dibandingkan peningkatan pendapatan, Perseroan tetap berhasil membukukan pertumbuhan laba kotor yang didorong oleh kinerja lini bisnis Courier Services, Technical Services, serta proyek FTTH dan FWA.
Perseroan mencatatkan pertumbuhan laba sebelum pajak yang signifikan sebesar 977,8% secara yoy menjadi Rp3,7 miliar pada Q1-2026. Kinerja ini tetap terjaga meskipun terjadi peningkatan biaya operasional, khususnya pada Beban Umum dan Administrasi yang dipengaruhi oleh biaya pegawai termasuk pencatatan THR (Tunjangan Hari Raya), penambahan tim manajemen guna mendukung proyek FTTH dan FWA, dan peningkatan beban penyusutan atas perangkat project FTTH. Di sisi lain, Perseroan membukukan penurunan pada Beban Usaha lainnya terutama penurunan denda pajak.
Per 31 Maret 2026, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp354,7 miliar atau tumbuh 33,4% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp265,9 miliar. Kenaikan ini terutama didorong oleh peningkatan pada aset lancar, khususnya piutang usaha pihak ketiga sejalan dengan meningkatnya pendapatan. Total liabilitas per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp232,1 miliar atau meningkat 58,9% dibandingkan posisi akhir tahun 2025, disebabkan oleh kenaikan dari utang bank jangka pendek sejalan dengan kenaikan piutang usaha. Total ekuitas per 31 Maret 2026 tercatat Rp122,6 miliar atau meningkat 2,3% dibandingkan posisi akhir tahun 2025.
Direktur Utama Perseroan, Cahyanul Uswah menjelaskan "Kinerja Perseroan pada Q1-2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang solid sekaligus menjaga momentum berkelanjutan dari kuartal-kuartal sebelumnya. Lini bisnis Courier Services terus mencatatkan pertumbuhan yang kuat, didukung oleh lini bisnis Technical Services dan kontribusi proyek penjualan dan instalasi FTTH serta FWA dalam rangka mendukung kolaborasi kemitraan dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI Group) untuk produk Starlite dan Internet Rakyat (IRA). Proyek FTTH dan FWA tersebut (mencakup penyediaan tenaga kerja sales & tekniis, project management office, pemeliharaan infrastruktur jaringan, dan layanan call center) memberikan gross margin yang lebih tinggi dibandingkan lini bisnis dengan skema labor supply. Selain itu Perseroan tetap disiplin dalam mengelola beban pokok pendapatan di tengah dinamika persaingan dan tekanan management fee, serta terus menjaga efisiensi biaya operasional. Di sisi komersial, Perseroan mengedepankan pendekatan Key Account Management (KAM) untuk mempertahankan klien/mitra, strategi GET untuk akuisisi klien baru, serta strategi GROWTH guna meningkatkan volume bisnis dari klien/ mitra eksisting. Selain itu, Perseroan terus memperkuat proses penagihan (collection) agar terus semakin membaik guna menjaga efisiensi beban keuangan. Pengembangan lini bisnis eksisting juga terus dilakukan ke berbagai sektor, seiring dengan penguatan kolaborasi untuk mendukung kegiatan INET Group sebagai pengendali Perseroan".
Merespon akselerasi sektor e-commerce dan logistik, Perseroan akan terus mengoptimalkan lini bisnis Jasa Kurir melalui strategi peningkatan kapasitas dan kualitas layanan. Langkah ini diwujudkan melalui pemenuhan tenaga kerja skala besar (tenaga kurir dan sortir) untuk klien strategis, serta ekspansi agresif ke wilayah-wilayah baru guna menangkap peluang pertumbuhan yang lebih luas. Dalam mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang.
Perseroan terus memperkuat realisasi dan mengakselerasi implementasi proyek kolaborasi dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI Group) melalui penyediaan layanan end-to-end, mulai dari tenaga teknisi instalasi dan pemeliharaan, tenaga penjualan dan distribusi, hingga project management office, audit lapangan, dan layanan agent call center. Kolaborasi ini menjadi pendorong ekspansi jaringan internet nasional, khususnya untuk pengembangan Starlite (FTTH) dan Internet Rakyat (IRA) 5G FWA, sekaligus memperkuat posisi Perseroan dalam mendukung ekosistem digital di Indonesia.
Selain itu dengan bergabungnya Perseroan ke dalam ekosistem PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sebagai pengendali baru membuka peluang sinergi yang signifikan dan semakin luas. Kolaborasi ini mencakup penyediaan tenaga kerja outsourcing untuk Office Services, Security Services, dan Technical Services, serta pemenuhan tenaga penjualan dan teknisi untuk instalasi serta pemeliharaan jaringan dan infrastruktur (operation managed services), termasuk troubleshooting, audit lapangan, dan pengelolaan project management office di seluruh Grup INET.
Melalui integrasi ini, Perseroan memperoleh akses ke peluang pasar dan segmen klien baru, memperluas jangkauan operasional secara regional, serta memanfaatkan kapabilitas teknologi Grup INET. Hal ini diharapkan mendorong optimalisasi cross-selling dan bundling layanan, sekaligus memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia layanan jasa solusi terintegrasi.
Related News
Kinerja Positif, UVCR Sukses Balikkan Rugi Jadi Laba di Kuartal I-2026
Kinerja Melesat, ADHI Raup Laba Rp154 Miliar
Marketing Sales PANI Melesat 112 Persen, Berkat Segmen Residensial
MTDL Catat Laba Rp158,9 Miliar, Segmen Ini Paling Dominan
Cum Date 7 Mei, BJBR Bagi Dividen Rp900 Miliar
Akhiri Kuartal I, Laba Grup Djarum (DATA) Melambung 91,6 Persen





