EmitenNews.com - Lippo Karawaci (LPKR) paru pertama 2026 membukukan laba bersih Rp385,43 miliar. Melesat 179,49 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp137,9 miliar. Dengan hasil itu, laba per saham dassar menjadi Rp5,44 dari sebelumnya Rp1,95.

Pendapatan Rp3,6 triliun, susut 12,62 persen dari fase sama tahun lalu Rp4,12 triliun. Beban pajak final Rp75,43 miliar, turun dari Rp86,35 miliar. Pendapatan bersih Rp3,53 triliun, mengalami penyusutan dari Rp4,03 triliun. Beban pokok pendapatan Rp2 triliun, mengalami penurunan dari Rp2,62 triliun.

Laba kotor terkumpul Rp1,53 triliun, tumbuh dibanding edisi sama tahun lalu Rp1,4 triliun. Beban usaha Rp1,09 triliun, bertambah dari Rp1,08 triliun. Penghasilan lainnya Rp59,67 miliar, susut dari Rp60,6 miliar. Beban lainnya Rp75,58 miliar, turun dari Rp117,13 miliar. Laba usaha Rp417,64 miliar, melonjak dari Rp258,78 miliar.

Penghasilan keuangan Rp96,9 miliar, turun dari Rp126,12 miliar. Beban keuangan Rp403,34 miliar, berkurang dari Rp409,19 miliar. Bagian labba dari entitas asosiasi Rp372,16 miliar, melonjak dari Rp274,16 miliar. Laba periode berjalan Rp443,11 miliar, melejit dari Rp202,46 miliar.

Jumlah ekuitas terkumpul Rp31,36 triliun, bertambah dari posisi sama tahun sebelumnya Rp31,05 triliun. Total liabilitas Rp17,86 triliun, menciut dari akhir tahun 2025 senilai Rp18,19 triliun. Jumlah aset Rp49,22 triliun, mengalami penciutan dari akhir tahun lalu sebesar Rp49,25 triliun. (*)