Pendapatan Tembus Rp1T Laba TCPI Melesat 23%, Saham Masih Merah
:
0
Salah satu armada kapal Transcoal tengah mengangkut emas hitam. FOTO - Dok TCPI
EmitenNews.com - PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) mengemas laba bersih Rp116,46 miliar di semester I 2026, naik 23,81% dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp94,06 miliar. Capaian ini ditopang oleh peningkatan pendapatan dari tahun lalu sebesar Rp925,60 miliar menjadi Rp1,04 triliun.
Kendati demikian, kenaikan itu pun dibarengi dengan beban pokok pendapatan yang membengkak 12,69%. Dari semula Rp680,9 miliar menjadi Rp767,3 miliar. Serta beban usaha naik dari Rp74,1 miliar menjadi Rp100,5 miliar di semester I 2026.
Laba sebelum pajak tercatat meningkat 24,18% dari Rp100,9 miliar menjadi Rp125,3 miliar pada semester I 2026. Dengan capaian itu laba per saham dasar ikut terkerek menjadi Rp23 per saham dari Rp19 per saham.
Sejalan dengan laba yang meningkat, penerimaan kas dari pelanggan juga tercatat naik. Sebagaimana terlapor dalam arus kas aktivitas operasi, jumlahnya naik dari Rp895,3 miliar menjadi Rp1,08 triliun.
Posisi akhir kas bersih dari aktivitas operasi tercatat melonjak dari Rp288,1 miliar menjadi Rp454,1 miliar.
Di saat yang sama, TCPI juga menggelontorkan sejumlah dana untuk investasi. Porsi terbesar digunakan untuk membayar kenaikan uang muka perolehan aset tetap sebesar Rp411,5 miliar meningkat dari Rp142,2 miliar di periode tahun sebelumnya.
Karenanya, kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp432,9 miliar meningkat dari Rp251,3 miliar.
Sedangkan kas bersih dari aktivitas pendanaan tercatat positif Rp483 juta, berbalik dari posisi defisit tahun lalu sebesar Rp74,18 miliar. Bersamaan dengan itu, TCPI juga mencatatkan pembayaran dividen perusahaan sebesar Rp32,5 miliar dan pembayaran dividen kepada kepentingan non-pengendali sebesar Rp1,65 miliar. Pos tersebut sebelumnya tidak ada di periode sama tahun sebelumnya.
Alhasil, hingga akhir semester I 2026, posisi kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat tebal sebesar Rp88,3 miliar.
Sementara menilik dari sisi neraca, total aset TCPI naik 8,01% dari Rp3,87 triliun per 31 Desember 2025 menjadi Rp4,18 triliun di semester I 2026. Liabilitas tercatat naik 13,94% dari Rp1,65 triliun menjadi Rp1,88 triliun, dan ekuitas meningkat 4,07% dari Rp2,21 triliun menjadi Rp2,30 triliun.
Related News
MBSS Resmi Punya Pengendali Baru, Semester I Laba Naik Tipis
Sahamnya Naik Kencang 200 Persen, BEI Cecar Emiten Grup Bakrie (MDIA)
Siapkan Capex Rp6 Miliar, LABA Bidik Pendapatan 2026 Tembus Rp40M
Laba Grup Emtek (SCMA) Naik Dobel Digit, Pendapatan Q2-2026 Rp3,54T
Pendapatan EMTK Melonjak, Tapi Berbalik Jadi Rugi Rp320,6M di Q2-2026
Sempat Bagi Dividen, Emiten Kembang Gula (YUPI) Kemas Laba Naik





