Penjualan Melonjak, Laba Bersih BEEF Tumbuh 25,51 Persen di 2025
:
0
Produk makanan olahan Kibif yang diproduksi emiten BEEF.
EmitenNews.com - Emiten daging olahan membuahkan hasil moncer PT Estetika Tata Tiara Tbk. (BEEF) di sepanjang 2025. Lonjakan penjualan berhasil mendorong pertumbuhan laba bersih emiten uang tersengat sentimen Program MBG milik pemerintah itu.
Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit pada Minggu (5/4/2026), penjualan neto BEEF tercatat sebesar Rp6,47 triliun, melonjak 31,24 persen secara year on year (yoy) dari Rp4,93 triliun pada tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut turut mendorong laba kotor naik 32,32 persen yoy menjadi Rp410,93 miliar dari Rp310,54 miliar.
Adapun beban usaha meningkat 30,39 persen yoy menjadi Rp190,18 miliar dari Rp145,86 miliar. Namun, laba usaha tetap tumbuh 34,06 persen yoy menjadi Rp220,75 miliar dari Rp164,67 miliar.
Selanjutnya, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp160,93 miliar atau naik 12,23 persen yoy dibandingkan Rp143,39 miliar.
Adapun, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp129,26 miliar, meningkat 25,51 persen yoy dari Rp102,99 miliar pada tahun sebelumnya. Laba per saham (EPS) juga naik menjadi Rp15,9 dari Rp14,35 atau tumbuh 10,80 persen yoy.
Dari sisi neraca, total aset BEEF meningkat 7,76 persen yoy menjadi Rp2,36 triliun dari Rp2,19 triliun. Liabilitas naik 2,07 persen yoy menjadi Rp1,97 triliun dari Rp1,93 triliun, sementara ekuitas melonjak 49,81 persen yoy menjadi Rp391 miliar dari Rp261 miliar.
Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Kamis (2/4/2026) saham BEEF tercatat ditutup stagnan di level Rp234.
Related News
CSRN Targetkan Pendapatan Tumbuh Dua Digit, Fokus Transformasi Hijau
CPIN Bagi Dividen Rp180 per Saham, Payout 52,4 Persen dari Laba 2025
Kabar Gembira, CPIN Tebar Dividen Tunai Rp2,95 Triliun
Anak Usaha TOWR Akan Tebar Dividen Final, Minta Restu RUPST
BEI Lepas Suspensi Sehari SHIP, Sempat Melesat Berakhir Terperosok
Capai 33 Persen, BBTN Salurkan KPP Rp3 Triliun





