Penjualan Rp2,78T, ULTJ Catat Lonjakan Laba 35,89 Persen di Q1-2026
:
0
Ilustrasi aktivitas konsumen produk buatan emiten ULTJ. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) membuka laporan keuangan kuartal pertama 2026, dengan penjualan yang terkumpul sebesar Rp2,78 triliun atau tumbuh 21,93 persen secara year on year (yoy) dibanding Rp2,28 triliun pada periode sama tahun lalu.
Seiring itu, beban pokok penjualan juga ikut naik menjadi Rp1,83 triliun dari Rp1,49 triliun, sementara laba bruto terangkat 19,85 persen menjadi Rp950,00 miliar dari Rp792,67 miliar.
Kenaikan beban usaha yang relatif terbatas sebesar 0,37 persen menjadi Rp348,11 miliar dari Rp346,83 miliar turut mendorong geliat laba usaha yang melonjak 35,00 persen yoy menjadi Rp601,88 miliar dari Rp445,83 miliar. Laba sebelum pajak juga meningkat 34,02 persen yoy menjadi tertakar Rp622,97 miliar dari Rp464,84 miliar.
Pada level bottom line, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp495,59 miliar atau melonjak 35,89 persen yoy dari Rp364,68 miliar. Kenaikan ini juga tercermin pada laba per saham dasar (EPS) yang naik menjadi Rp48 dari sebelumnya Rp35.
Melihat sisi neraca, total aset perseroan emiten susu kotak itu tumbuh menjadi Rp10,00 triliun hingga 31 Maret 2026 dari Rp9,25 triliun per akhir 2025. Liabilitas meningkat menjadi Rp1,18 triliun dari Rp937,01 miliar, sementara ekuitas naik menjadi Rp8,82 triliun dari Rp8,31 triliun.
Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan Kuartal I-2026 ini, pada perdagangan Rabu (29/4) saham ULTJ tercatat naik 4,95 persen di level/posisi Rp1.695.
Related News
Laba Bersih KAQI Tumbuh Kuat 84 Persen di Kuartal III-2026
BIKE Teken MoU dengan Pasar Jaya, Garap Proyek Pasar Minggu Rp1,1T
HATM Kantongi Fasilitas Kredit dari BCA, Manajemen Ungkap Tujuannya
VICI Angkat Rahayu Saraswati Jadi Wakomut, Siap Ekspansi Mancanegara
Tutup Kuartal III 2026, EMMI Kemas Pendapatan Turun-Rugi Bersih
Masih Bertahan di MSCI, Emiten Grup Bakrie Cetak Laba Turun di Q3 2026





