EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi konsolidasi di rentang 5.700 hingga 5.800 pada perdagangan Jumat (3/7/2026). Sebelumnya, IHSG berhasil ditutup menguat di level 5.744,56 atau naik 0,87 persen.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, secara teknikal penguatan IHSG tertahan di MA5 pada kisaran level 5.760. Sementara indikator MACD menunjukkan penguatan histogram positif diiringi potensi Death Cross pada Stochastic RSI di oversold area.

“Sehingga IHSG berpeluang konsolidasi direntang level 5700-5800 pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026,” tulis riset Phintraco.

Sementara itu, Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi mengatakan IHSG masih berada dalam fase titik terendah, namun pergerakan masih cukup fluktuatif.

“Sementara untuk akhir pekan ini, IHSG masih dalam fase volatile bottoming dengan support di 5.600 dan resistance di 5.900,” ujar Wafi.

Meski begitu, Wafi memprediksi dua skenario pergerakan IHSG hingga akhir tahun. Pertama, dalam skenario positif IHSG dapat rebound ke 6.000-6.500 apabila reformasi pasar modal yang ditempuh OJK dan SRO dinilai kredibel oleh MSCI, serta nilai tukar rupiah stabil.

Sedangkan dalam skenario negatif, IHSG diperkirakan dapat tertekan ke 5.400-5.600 apabila Indonesia dinyatakan masuk ke dalam consultation list Frontier Market oleh MSCI pada November.