Periksa! Ini 10 Saham Top Losers dalam Sepekan
:
0
Petugas kebersihan menyisir teras depan area Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Pergerakan indeks harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir berakhir di level 7.175,819. Mengalami perosotan sebesar 0,53 persen dari penutupan perdagangan pekan lalu 7.214,163. Itu berdasar data perdagangan Bursa Efek Indonesia edisi 26-28 Mei 2025.
Koreksi indeks itu, diperburuk oleh 10 saham barisan top losers. Di mana, dalam tempo tiga hari sesi perdagangan sebelum libur panjang, beberapa saham berikut mengalami perosotan cukup signifikan. Antara lain Cipta Selera Murni (CSMI) longsor 22,39 persen atau 600 poin menjadi Rp2.080 per helai dari sebelumnya Rp2.680 per eksemplar.
Suryamas (SMDM) drop 18,46 persen setara 240 poin menjadi Rp1.060 dari Rp1.300. Fast Food (FAST) anjlok 13,71 persen atau 48 poin menjadi Rp302 dari Rp350. Total Persada (TOTL) melorot 13,29 persen alias 105 poin menjadi Rp685 dari Rp790. MNC Financial Service (BCAP) terkoreksi 12,90 persen selevel 8 poin menjadi Rp54 dari Rp62.
Mitrabara (MBAP) menciut 12,81 persen atau 260 poin menjadi Rp1.770 per saham dari semula Rp2.030 per helai. Dunia Virtual Online (AREA) merosot 12,28 persen selevel 70 poin menjadi Rp500 per lembar dari sebelumnya Rp570 per eksemplar. Megapower Makmur (MPOW) susut 11,81 persen alias 17 poin menjadi Rp127 dari Rp144.
Chandra Asri (TPIA) menukik 11,61 persen setara 1.225 poin menjadi Rp9.325 per helai dari pekan sebelumnya Rp10.550 per eksemplar. Dan, Lippo General Insurance (LPGI) minus 11,56 persen alias 63 poin menjadi Rp482 per lembar dari pekan sebelumnya senilai Rp545 per eksemplar. (*)
Related News
IHSG Jumat (3/7) Terbang 2,28 Persen, BBCA Kembali Dominasi Transaksi
XLSMART dan Kemenaker Sodorkan Future Ready, Targetnya ini
Sinarmas AM Luncurkan DPLK Digital Pertama di RI, Bidik AUM Rp150M
IHSG Siang (3/7) Lanjutkan Penguatan 2,46 Persen, Jajal Tembok 5.900
Dampingi Keluarga Indonesia, CIMB Niaga Perkuat Peran OCTO
Demi Modal Asing DPR Kebut RUU Pusat Finansial, Terapkan Hukum Khusus





