Perkuat Lini Infrastruktur, TPIA Ngutang Bank Mandiri Rp4 Triliun
:
0
PRODUKSI - Salah satu pabrik besutan Chandra Asri tampak aktif pada malam hari. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Chandra Asri Pacific (TPIA) mengantongi fasilitas bullet term loan Rp4 triliun. Pinjaman dari Bank Mandiri itu, bertenor 7 tahun. Fasilitas tersebut untuk meningkatkan usaha PT Chandra Daya Investasi (CDI).
Perjanjian itu, diteken Chief Financial Officer (CFO) Chandra Asri Group Andre Khor, dan Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Helmy Afrisa Nugroho, di Jakarta. Dana fasilitas itu, dialokasikan untuk mendukung operasional, keberlangsungan bisnis secara menyeluruh CDI, dan memperkuat modal kerja perusahaan.
Erwin Ciputra, President Direktur dan CEO Chandra Asri Group, menyebut sesuai visi Chandra Asri Group untuk menyediakan solusi infrastruktur bagi perkembangan sektor strategis Indonesia, perseroan sangat senang dapat dipercaya untuk mendapat fasilitas bulet term loan dari Bank Mandiri.
”Pembiayaan itu, juga mencerminkan keyakinan Bank Mandiri mewujudkan pertumbuhan eksponensial melalui optimalisasi aset infrastruktur, dan ekspansi di masa depan yang berfokus pada pembangkit, distribusi energi, pengolahan air, dan pengelolaan tangki & dermaga,” tegas Erwin.
Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri, Helmy Afrisa Nugroho mengatakan, kerja sama ini merupakan bentuk komitmen Bank Mandiri untuk mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Salah satunya melalui penerapan penekanan terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola alias environmental, social, and governance (ESG) dalam kegiatan bisnis, termasuk dalam proses penyaluran kredit. “Penandatangan perjanjian fasilitas term loan tersebut merupakan bentuk komitmen Bank Mandiri kepada CDI, dan Chandra Asri Group untuk memperkuat aspek pendanaan dalam menjalankan, dan mengembangkan bisnis CDI ke depan,” tegas Helmy.
Chandra Asri Group melalui CDI, sebuah anak perusahaan patungan dengan EGCO sebagai pemegang 30 persen saham, berkomitmen untuk menciptakan keuntungan jangka panjang secara stabil dan berkelanjutan melalui pertumbuhan bisnis infrastruktur kuat.
Portofolio inti CDI mencakup aset-aset utama mendukung pertumbuhan industri, seperti perusahaan air terbesar dan satu-satunya terintegrasi Indonesia, dan pembangkit listrik siklus gabungan, dan pembangkit listrik ramah lingkungan berkapasitas 200 MW melalui kemitraan strategis dengan Posco International, perusahaan perdagangan terkemuka Korea Selatan. CDI juga menyediakan jasa penyewaan tangki, dan pengelolaan dermaga terintegrasi kawasan industri terkemuka Pulau Jawa. (*)
Related News
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen
Jadi Top Losers, Saham Grup Prajogo dan Emiten Big Caps Kompak Ambruk
JAST Dukung Penguatan Layanan 112, Kunci Kolaborasi Indonesia-Korsel





