Pertamina NRE Gandeng Suzhou Kembangkan Pembangkit Tenaga Sampah
CEO Pertamina NRE, John Anis dan Chairman of the Board of GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd Zhi Fei, pada penandatanganan MoU di China (7/1).(Foto: Pertamina)
EmitenNews.com - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menandatangani nota kesepahaman bersama GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd., perusahaan global di bidang energi bersih dan terbarukan asal Tiongkok.
Kerja sama ini membuka peluang pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga sampah, energi baru dan terbarukan, serta pembangkit listrik berbasis gas di Indonesia, sebagai bagian dari upaya bersama mendukung target penurunan emisi dan ketahanan energi nasional.
Penandatanganan dilaksanakan pada Rabu (7/1) berlokasi di Kantor GCL Intelligent Energy, Suzhou, yang diwakili Chief Executive Officer Pertamina NRE, John Anis, dan Chairman of the Board of GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd Zhi Fei.
Anis menyampaikan bahwa kemitraan ini menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem energi bersih yang berkelanjutan.
“Kolaborasi dengan GCL merupakan langkah strategis Pertamina NRE untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia. Kami melihat potensi besar untuk mengombinasikan pengalaman global GCL dengan kapabilitas dan pemahaman lokal Pertamina dalam menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif,” ujar John Anis.
Sementara itu, Fei Zhi selaku Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan kerja sama yang terjalin dengan Pertamina NRE.
“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global. GCL berharap dapat memanfaatkan momentum percepatan transisi energi di Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan bersama Pertamina NRE, khususnya di sektor pembangkit listrik tenaga sampah, integrasi fotovoltaik dan penyimpanan energi, PVT,” ujar Fei Zhi.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, delegasi Pertamina NRE juga melakukan peninjauan langsung ke fasilitas pembangkit listrik waste to energy milik GCL, untuk melihat penerapan teknologi, sistem pengelolaan lingkungan, serta praktik terbaik dalam operasi dan manajemen proyek.
Pertamina NRE optimistis kerja sama ini akan menjadi fondasi penting dalam mendorong inovasi teknologi serta pengembangan model bisnis energi bersih yang dapat diimplementasikan secara nyata di Indonesia dalam memperkuat peran Pertamina sebagai penggerak utama transisi energi nasional demi mencapai NZE 2060.
Senada, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengungkapkan, Pertamina mengapresiasi upaya Pertamina NRE dalam mengembangkan industri energi baru dan terbarukan di Tanah Air. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra global yang berpengalaman di industri tersebut, diharapkan energi baru dan terbarukan dapat mendukung tercapainya target Net Zero Emission Pemerintah pada 2060, sekaligus mencapai swasembada energi nasional.
"Pertamina melalui Pertamina NRE berkomitmen mempercepat pengembangan transisi energi di Indonesia, salah satunya dengan menggalang kemitraan strategis dengan Pemerintah, industri atau mitra bisnis, akademisi, komunitas, dan media," jelas Baron.(*)
Related News
Februari Berlanjut, Penyaluran Beras SPHP Tak Berjeda
Program S'RASA Antarkan Kecap Indonesia Masuk Pasar Belanda
HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Periode Kedua Januari 2026 Naik Lagi
Sektor Digital Diperkirakan Bisa Sumbang 20 Persen Pertumbuhan Ekonomi
Siap-siap! Biaya Admin Debit dan Tabungan Bank Mandiri Segera Naik
IHSG Rekor, Asing Akumulasi Rp7,3 Triliun





