EmitenNews.com - Jumlah korban kebakaran depo Pertamina Plumpang hingga Sabtu siang (4/3)sudah mencapai 17 orang tewas. PT Pertamina menyatakan kesiapannya menanggung biaya pengobatan seluruh korban, baik yang meninggal maupun luka.


Sejak terjadinya ledakan yang diikuti terbakarnya Depo Plumpang di Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Jumat pukul 20.11 WIB, PT Pertamina melakukan respon cepat. Fokus penanganan kebakaran di Integrated Terminal Plumpang Jakarta, diprioritaskan pada pemadaman dan evakuasi warga di sekitar lokasi.


Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati yang langsung terjun ke lokasi menyampaikan bahwa penanganan kejadian tersebut bekerja sama dengan pihak terkait.


Nicke turut mengucapkan keprihatinannya dan permohonan maaf atas kejadian ini, "Pertamina akan memberikan penanganan yang terbaik bagi masyarakat terdampak," jelas Nicke.


Pertamina membentuk tim gabungan dengan PT Pertamina Patra Niaga, fungsi terkait dan aparat penegak hukum untuk menginvestigasi penyebab terjadinya insiden malam ini. "Kami akan melakukan evaluasi dan merefleksi menyeluruh di internal demi menghindari kejadian serupa terulang," ungkap Nicke.


Respon cepat PT Pertamina (Persero) terhadap penanganan kejadian di Integrated Terminal Plumpang Jakarta tidak hanya untuk pemadaman tapi juga fokus memberikan bantuan kepada warga Plumpang yang terdampak.


Sejak Jumat malam (3/3) Pertamina telah terjun langsung menyalurkan bantuan di 4 titik yaitu Posko Koramil, Posko Kantor Lurah Tugu Selatan, Posko RPTRA Rasela Rawabadak, Puskesmas dan Kantor Kelurahan Rawa Badak Selatan.


VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyampaikan bantuan yang diberikan berupa air minum 60 box, makanan siap saji 200 paket, makanan ringan 1000, ratusan kasur, selimut dan masker.


"Kami gerak cepat berikan bantuan pada warga yang saat ini evakuasi dari rumahnya," ungkap Fadjar.


Bantuan akan terus Pertamina berikan sesuai kebutuhan warga. Bekerjasama dengan aparat terkait, hari ini Pertamina akan memonitor kembali lokasi untuk mendata kebutuhan warga, "Setelahnya kami akan kembali salurkan bantuan kembali sesuai kebutuhan warga," jelas Fadjar.