Pertumbuhan Thailand Terkuat dalam 3 Kuartal, Tapi Masih Kalah dari RI
:
0
Suasana kota Bangkok.(Foto: Get Your Guide)
EmitenNews.com - Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Thailand tumbuh 2,8% year-on-year pada kuartal pertama 2026, meningkat dari 2,5% pada kuartal keempat dan melampaui perkiraan pasar sebesar 2,2%.
Angka ini memang masih jauh lebih rendah dibanding pertumbuhan PDB Indonesia pada periode yang sama.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia, PDB Indonesia pada kuartal pertama tahun ini tumbuh 5,61%. Meningkat dibanding Q4 2025 yang tumbuh 5,39% yoy.
Trading Economics melaporkan pertumbuhan PDB Thailand kuartal 1 Ini menandai pertumbuhan terkuat sejak kuartal ketiga 2025, terutama didorong oleh peningkatan yang lebih cepat dalam pengeluaran pemerintah (3,4% vs 1,3% pada kuartal keempat), karena pembelian barang dan jasa yang lebih tinggi serta transfer sosial dalam bentuk barang, dan juga investasi tetap (9,9% vs 8,1%).
Di bidang perdagangan, ekspor (12,6% vs 5,6%) dan impor (21,1% vs 9,5%) mengalami peningkatan tajam. Sementara itu, pertumbuhan konsumsi swasta sedikit melambat (3,2% vs 3,3%). Dari segi produksi, aktivitas non-pertanian meningkat (3,0% vs 2,7% pada kuartal keempat), didorong oleh ekspansi di sektor industri (1,8%) dan sektor jasa (3,6%), yang dipimpin oleh pertambangan, penggalian, dan konstruksi.
Sementara itu, sektor pertanian juga mengalami percepatan (1,2% vs 0,6%), terutama karena hasil panen tebu, karet, kelapa sawit, jagung, buah-buahan, dan produksi ayam broiler yang lebih tinggi. Pemerintah mempertahankan perkiraan PDB untuk tahun ini di kisaran 1,5%–2,5%, dengan ekspor diperkirakan meningkat 9,6%.(*)
Related News
Dengan Web Terminal JustMarkets Janjikan Trading Langsung dari Browser
Proses Produksi Distribusi B50 Berjalan Baik, Ini Persiapan Pertamina
Saham Micron Anjlok Sampai 22 Persen, Sinyal Waspada Pasar Teknologi
Saham Teknologi Tekor, Bursa Asia dan IHSG Berpotensi Lesu
Wall Street Melesat, Indeks Dow Jones Raih Rekor Baru 53.000
Cadangan Devisa Jepang Turun USD 18,4 Miliar per Juni 2026





