PGEO Bidik Bisnis Baru, Siap Sewakan Mesin dan Peralatan Pertambangan
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)
EmitenNews.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) bersiap menambah lini bisnis baru sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha. Perseroan berencana masuk ke bisnis penyewaan dan sewa guna mesin serta peralatan pertambangan dan penggalian.
Rencana penambahan kegiatan usaha tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Jumat (13/3/2026). Penambahan usaha ini akan dilakukan melalui klasifikasi KBLI 77395 yang mencakup penyewaan mesin dan peralatan pertambangan.
Sebagai bagian dari proses kajian, perseroan melalui PT Karya Persada Panas Bumi menunjuk KJPP Ruky, Safrudin & Rekan untuk menyusun studi kelayakan bisnis terkait rencana ekspansi tersebut dengan tanggal penilaian per 31 Desember 2025.
Manajemen menyatakan rencana penambahan kegiatan usaha ini akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026.
Perseroan menyebutkan hingga saat ini tidak terdapat keberatan dari pihak tertentu terkait rencana ekspansi tersebut. Selain itu, tidak terdapat persetujuan maupun perizinan tambahan dari regulator atau pihak lain yang perlu dipenuhi sebelum memperoleh persetujuan RUPS.
Setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham, perseroan dapat mulai menjalankan kegiatan usaha penyewaan dan sewa guna mesin serta peralatan pertambangan sesuai dengan klasifikasi usaha tersebut.
Rencana ekspansi ini diharapkan dapat membuka peluang sumber pendapatan baru bagi perseroan sekaligus memperluas ruang lingkup bisnis di luar pengelolaan energi panas bumi yang selama ini menjadi fokus utama perusahaan.
Related News
Pengendali BUVA Divestasi Rp250 Miliar, Lepas 156 Juta Saham
Jelang Idulfitri 2026, BBTN Siapkan Uang Tunai Rp23,18 Triliun
BFIN Pastikan Likuiditas Kuat, Siapkan Dana Pelunasan Obligasi Rp625M
Emiten Dato Sri Tahir (SONA) Catat Laba Meroket 130,8 Persen pada 2025
Jumlah Investor LAPD Tembus 8.800, MTO Rp51 per Saham Jadi Sorotan
Saham Melonjak Tajam, ITMG Klarifikasi BEI: Tak Ada Aksi Korporasi





