EmitenNews.com - Polisi berjibaku mengejar geng WNA yang diduga terlibat perampokan terhadap warga negara Ukraina Igor Iermakov (48), di Bali. Polda Bali berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri dan Organisasi Polisi Kriminalitas Internasional (Interpol) untuk mencari delapan dari sembilan terduga pelaku perampokan tersebut.  Korban mengalami kerugian sekitar Rp3,4 miliar.

"Kami koordinasikan Divhubinter Polri sama Interpol jika memang yang bersangkutan meninggalkan Indonesia. Semuanya masuk dalam target yang kami cari," kata Kabid Humas Polda Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy di Denpasar, Jumat (31/1/2025).

Saat ini polisi telah menangkap satu terduga pelaku berinisial KA yang merupakan warga negara Rusia. KA ditangkap saat hendak meninggalkan Bali ke Dubai melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Penangkapan satu terduga pelaku diharapkan bisa memberikan petunjuk terhadap delapan pelaku lainnya.

"Terdeteksi di Indonesia atau tidak, masih tetap kami cari yang bersangkutan. Mudah-mudahan dari yang kami amankan ini, kami mendapatkan informasi penting untuk mengidentifikasi delapan orang lainnya," kata Kombes Ariasandy.

Sejauh ini, informasi mengenai identitas dan asal negara dari para pelaku yang diduga terlibat aksi perampokan dan penculikan terhadap WN Ukraina Igor Iermakov itu, masih berdasarkan petunjuk-petunjuk yang dilaporkan korban.

Kepada pers, Jumat (31/1/2025), Kombes Ariasandy mengatakan para terduga pelaku dari laporan korban berasal dari Negara Rusia, Ukraina dan Kazakhstan. "Korban melaporkan sembilan orang pelaku yang diduga WNA Rusia, Ukraina dan Kazakhstan."

Polda Bali telah juga telah memanggil para terduga pelaku lewat konsulatnya masing-masing untuk dimintai keterangan. Namun demikian, mereka tidak memenuhi panggilan dan bahkan telah dipanggil sebanyak dua kali.

"Masing-masing sudah kami panggil. Panggilan kedua belum hadir. Maka kami tingkatkan lagi untuk mencari delapan orang terlapor," katanya.

Polisi belum memastikan apakah antara pelaku dan korban sudah saling mengenal, meskipun identitas para pelaku diinformasikan korban kepada penyidik saat membuat laporan polisi.

Peristiwa perampokan tersebut diketahui terjadi pada 15 Desember 2024. Saat itu korban dengan sopirnya berinisial A mengendarai mobil BMW warna putih.