Prabowo Dorong Kendaraan Listrik, NTBK Masuk Radar EV Nasional
Armada truk listrik perseroan melakoni uji coba di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Transformasi menuju kendaraan listrik Indonesia diperkirakan memasuki fase percepatan. Itu seiring sinyal kuat pemerintah dalam mendorong konversi kendaraan berbasis bahan bakar menjadi listrik. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen tersebut.
“Semua motor akan kita konversi menjadi motor listrik. Semua mobil, semua truk, semua traktor harus tenaga listrik… ini adalah game changer,” tegas pemilik partai Gerindra tersebut.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai indikasi arah kebijakan nasional berpotensi membawa dampak luas terhadap industri otomotif, logistik, hingga sektor pendukung kendaraan niaga. Selain dorongan kebijakan, faktor efisiensi menjadi salah satu katalis utama dalam percepatan adopsi kendaraan listrik.
Berdasar sejumlah simulasi, penggunaan kendaraan listrik dapat menekan biaya operasional hingga sekitar 20 persen dibanding kendaraan berbasis bahan bakar konvensional. Itu dinilai menjadi daya tarik utama, khususnya bagi sektor logistik dan distribusi sangat sensitif terhadap struktur biaya.
Seiring dengan itu, permintaan terhadap kendaraan listrik di segmen niaga diperkirakan akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Perubahan menuju kendaraan listrik tidak hanya berdampak pada produsen kendaraan, tetapi juga sektor pendukung seperti karoseri.
Kendaraan listrik untuk kebutuhan logistik membutuhkan penyesuaian desain, distribusi bobot, integrasi sistem baterai, dan komponen kelistrikan. Kondisi itu, membuka peluang bagi perusahaan karoseri untuk berperan dalam proses transisi tersebut. Dalam konteks itu, Nusatama Berkah (NTBK) mulai menjadi perhatian sebagian pelaku pasar.
Perusahaan bergerak bidang karoseri tersebut dinilai memiliki posisi strategis untuk menangkap peluang dari peningkatan kebutuhan kendaraan niaga berbasis listrik. Berbekal pengalaman sektor karoseri, NTBK berpotensi melakukan adaptasi melalui pengembangan produk maupun menjalani kerja sama strategis dalam ekosistem kendaraan listrik.
Meski peluang terbuka lebar, pelaku pasar masih mencermati langkah konkret perusahaan dalam merespons tren elektrifikasi. Beberapa faktor menjadi perhatian antara lain kesiapan teknologi, arah ekspansi bisnis, dan potensi kemitraan strategis dalam pengembangan kendaraan listrik.
Dorongan pemerintah terhadap elektrifikasi kendaraan dinilai berpotensi menjadi salah satu perubahan besar dalam industri otomotif nasional. Bagi pelaku usaha yang mampu beradaptasi, momentum ini dapat menjadi peluang pertumbuhan jangka panjang. So, pasar akan terus mencermati emiten berhubungan tren ini, termasuk NTBK, dalam menghadapi transformasi industri ke depan. (*)
Related News
Melejit 152 Persen, Emiten HT (BHIT) Bungkus Laba Rp478,54 Miliar
Performa COIN Solid, Segmen Derivatif Meledak 7.623 Persen
Longsor 794,64 Persen, FILM Tekor Rp257 Miliar
Sudahi 2025, Laba dan Pendapatan RAJA Tumbuh Minimalis
Anjlok 43 Persen, Laba PTBA Sisa Rp2,92 Triliun
ANTM Raup Laba Rp7,2 Triliun, Telisik Ini Pemicunya





