EmitenNews.com - Puncak 'klasemen' orang terkaya Indonesia tetap diduduki oleh konglomerat Prajogo Pangestu. Pemilik Barito Group itu, di posisi pertama mengungguli taipan pemilik Grup Djarum dan BCA Robert Budi Hartono; serta raksasa pertambangan batu bara Bayan Resources, Low Tuck Kwong.
Seperti dikutip Sabtu (2/555/2026, media bisnis global Forbes terus memperbarui daftar orang terkaya melalui The Real-Time Billionaires, awal Mei 2026. Alhasil pembaruan tersebut turut mencerminkan dinamika kepemilikan pundi-pundi harta para konglomerat di Tanah Air tersebut.
Sejumlah nama lama masih mendominasi daftar teratas, utamanya mereka yang masuk dalam jajaran 10 orang paling tajir di Tanah Air. Sebut saja pemilik Barito Group, Prajogo Pangestu; kemudian bos besar dari Djarum dan BCA Robert Budi Hartono; serta raksasa pertambangan batu bara Bayan Resources, Low Tuck Kwong.
Bila diperhatikan, perubahan nilai aset akibat kinerja bisnis dan fluktuasi pasar kerap membuat urutan kekayaan mengalami pergeseran. Yang jelas, sektor energi, perbankan, hingga teknologi masih menjadi data penopang utama kekayaan para taipan hingga saat ini.
Berikut uraian singkat daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia:
- Prajogo Pangestu: Prajogo Pangestu merupakan pengusaha yang bergerak di sektor petrokimia dan energi melalui induk usaha Barito Group. Ia kembali menempati posisi teratas orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan USD20,9 miliar atau sekitar Rp362,32 triliun (asumsi kurs Rp17.336).
- Low Tuck Kwong: Low Tuck Kwong, pemilik kerajaan bisnis Bayan Resources yang bergerak di pertambangan batu bara, sekaligus salah satu pemain utama di industri energi Indonesia. Duduk di posisi kedua, dengan kekayaan USD16,5 miliar atau sekitar Rp286,04 triliun.
- R. Budi Hartono: R. Budi Hartono dan saudaranya, mendiang Michael Hartono, sosok yang sudah sangat lama bertengger di daftar orang terkaya di Indonesia. Sebagian besar kekayaan dua bersaudara ini, dari investasi mereka di Bank Central Asia (BCA) dan Djarum Group. Saat ini dirinya menempati posisi ketiga dengan kekayaan USD15,8 miliar atau sekitar Rp273,9 triliun.
- Anthony Salim: Anthony Salim merupakan pemilik Salim Group, dengan investasi di bidang makanan melalui Indofood, ritel melalui Indomaret, perbankan, telekomunikasi, dan energi. Berada di posisi keempat dengan total kekayaan USD11,9 miliar atau sekitar Rp206,29 triliun.
- Dato’ Sri Tahir: Tahir adalah pendiri, dan pemilik Grup Mayapada, konglomerasi di bidang perbankan, perawatan kesehatan, media, dan real estat. Pria kelahiran Surabaya, 24 Maret 1952 itu, menempati posisi ke-5 orang terkaya Indonesia dengan kekayaan sebesar USD9,7 miliar atau sekitar Rp168,15 triliun.
- Sri Prakash Lohia: Sri Prakash Lohia pada posisi keenam orang paling tajir se-Tanah Air dengan total kekayaan USD8,8 miliar atau Rp152,55 triliun. Sebagian besar kekayaan tersebut dari usaha produksi pupuk dan polimer.
- Otto Toto Sugiri: Otto Toto Sugiri adalah salah satu pendiri dan CEO DCI Indonesia. Melalui perusahaan ini, ia tercatat memiliki kekayaan sebesar USD8,4 miliar atau Rp145,62 triliun.
- Marina Budiman: Bersama dengan Otto Toto Sugiri, Marina Budiman merupakan pendiri DCI Indonesia. Presiden komisaris di DCI itu, menjadi satu-satunya perempuan yang masuk daftar 10 orang terkaya Indonesia. Saat ini dirinya berada di posisi ke-8 dengan total kekayaan ditaksir mencapai USD6 miliar atau Rp104,06 triliun.
- Lim Hariyanto Wijaya Sarwono: Lim dan keluargan memiliki saham mayoritas di Bumitama Agri, produsen minyak kelapa sawit yang terdaftar di bursa Singapura. Ia kini di posisi ke-9 dengan total kekayaan USD5,3 miliar atau Rp91,88 triliun.
- Haryanto Tjiptodihardjo: Haryanto Tjiptodihardjo, pemilik dan penerus dari Impack Pratama yang didirikan sang ayah ini, menutup daftar 10 besar orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai USD5 miliar atau setara Rp86,68 triliun.
Jika diperhatikan secara seksama, sebagian besar pengisi daftar 10 orang terkaya di Indonesia itu, adalah pengusaha lama, yang memang sudah malang-melintang di dunia usaha. Penting disadari, kesuksesan dalam berbisnis, memang tidak instan. Biasanya, kerajaan bisnis yang bertahan lama, di bangun sejak generasi pertama, sampai kini dipegang anak-cucu, generasi kedua, atau ketiga. ***
Related News
VerifyVASP Akuisisi Sygna, Perkuat Jaringan Global Travel Rule
Ganti Haluan, Nissan Cancel Pabrik EV Senilai Rp8,6 Triliun
Penjualan iPhone 17 Luar Biasa, Apple Catat Rekor Penjualan
BYD Siapkan Denza D9 PHEV dengan Baterai yang Lebih Besar
SUV EV Geely Kakak EX5 Pesaing BYD Sealion 6 Diluncurkan, Harga?
BYD tidak Sedang Baik-Baik Saja, Labanya Anjlok Dalam di Kuartal 1





