Prediksi IHSG Menguat Terbatas, Pantau 5 Saham Rekomendasi Bahana Sekuritas
:
0
EmitenNews.com—Pada perdagangan Kamis (20/10), Bursa saham Wallstreet ditutup melemah setelah UST 10Y kembali naik diatas level 4.2%. Bursa saham utama Asia ditutup melemah, seiring pelemahan bursa Wallstreet terkait kenaikkan UST Yield 10Y diperkirakan akan menggiring kenaikkan agresif Fed Rate bulan depan.
Harga minyak mentah ditutup melemah kekhawatiran kenaikan Fed Rate dan perlambatan ekonomi dunia menjadi sentimen negatif penekan harga. IHSG ditutup menguat pada perdagangan Kamis (20/10), penguatan ditopang oleh sentimen kenaikkan suku bunga BI 7 Days Repo 50 bps dan rilis data kinerja perbankan kuartal 3 yang dinilai tumbuh positif.
Diperkirakan hari ini Jumat (21/10) IHSG berpotensi menguat terbatas dengan range 6900-7050, saham sektoral yang dapat diperhatikan Konsumer, Telekomunikasi dan Perbankan, ujar Dimas Wahyu Analis Bahana Sekuritas.
BBNI Dalam fase Riding berpotensi melanjutkan penguatan. Area beli terbaik pada range 9000- 9100. Stoploss jika Closing di bawah level 8900.
KLBF Dalam fase Riding berpotensi melanjutkan penguatan. Area beli terbaik pada range 2000- 2050. Stoploss jika Closing di bawah level 1980.
AKRA Terbentuk Shooting Star berpotensi terjadinya koreksi minor. Area beli terbaik pada range 1420- 1450. Stoploss jika Closing di bawah level 1400.
MAPI Dalam fase Riding berpotensi melanjutkan penguatan. Area beli terbaik pada range 1250- 1270. Stoploss jika Closing di bawah level 1235.
CPIN Terbentuk Shooting Star berpotensi terjadinya koreksi minor. Area beli terbaik pada range 5350- 5450. Stoploss jika Closing di bawah level 5300.
Related News
Jadi Pengendali, Kharisma Cipta Towerindo Tambah Porsi Saham BALI
Bali Towerindo (BALI) Urai Transaksi 2 Entitas Usaha, Perkuat Kinerja
Terus Tambah Porsi, Ram Punjabi Kini Kuasai 68,84 Persen Saham RAAM
RUPS Toba Surimi (CRAB) Pilih Dirut Baru Lalu Bayar Dividen 29 Oktober
Waskita Karya (WSKT) Lunasi Obligasi Rp722M, Tempuh Mekanisme Ini
Emiten Semen Tiga Roda INTP Lebur LBA ke Dalam BI, Aset Jadi Rp400,8M





