Prediksi IHSG Senin (25/5), Analis: Akan Ada Sentiment Test
:
0
Ilustrasi seseorang melintas di depan monitor yang menampilkan perdagangan saham di BEI.
EmitenNews.com - Investment Advisor Sucor Sekuritas, Yoser A. Triastomo memperkirakan IHSG akan diawali dengan kecenderungan sentiment test usai pengumuman FTSE Russell beberapa waktu lalu.
Meski tidak sebanyak rebalancing MSCI, konstituen FTSE yang didepak seperti DSSA diperkirakan memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks.
“Dalam list constituent FTSE punya DSSA per April 2026 sebesar 3.14% sehingga sentimen FTSE akan memberikan tambahan tekanan melihat MSCI akan efektif di 29 Mei 2026 jadi tekanan jual masih akan tetap ada namun tidak sesignifikan tekanan dari MSCI,” ujar Yoser, Senin (25/5/2026).
Yoser memperkirakan, sepanjang pekan ini indeks bergerak di area support 5.814-5.960 dengan resistance di 6.540-6.671 dengan mempertimbangkan hari libur bursa pada tanggal 27 dan 28 Mei.
“Saham yang dapat dicermati ada ADRO, BUMI, ESSA, BMRI, dan WIFI,” tambah Yoser.
Sementara itu, Direktur Infovesta, Wawan Hendrayana menilai IHSG diperkirakan cenderung mengalami koreksi kendati secara teknikal akan ada rebound dalam jangka pendek.
Ia menilai, IHSG cenderung masih dalam tekanan jual hingga akhir Mei seiring sentimen yang terjadi di domestik dan global imbas konflik yang terjadi antara AS dan Iran.
Di sisi lain, pengumuman FTSE Russell yang mengeluarkan empat saham RI yaitu DSSA, DAAZ, HILL, dan MLIA dapat memberikan sentimen tambahan, meskipun tak sebesar MSCI efeknya.
Adapun rentang pergerakan IHSG, Wawan mengatakan akan berada di area 6.000 hingga 6.300.
“Hingga akhir bulan masih cenderung akan terkoreksi dan bila ada teknikal rebound bersifat pendek,” tuturnya.
Related News
Jaring Solusi Digital Berbasis AI, Telkomsel Geber NextDev ke-12
IHSG Anjlok 1,88 Persen, Saham Emiten Haji Isam Turun Paling Dalam
MSCI November Diprediksi Masih Freeze Saham Indonesia
10 Bulan Berjalan, Baru Tujuh Perusahaan Listing di 2026
Jeda Siang (8/10) IHSG Terdepresiasi, Melorot 0,8% ke Level 6.097
Stop Ekspor Murah, Bahlil Kaji Moratorium Nikel Setengah Jadi





