Presiden Minta Hemat Energi Sikapi Konflik Timteng, Ini Langkah ESDM
:
0
Pemerintah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memastikan pemanfaatan energi nasional tetap optimal. Meningkatnya eskalasi perang Amerika Serikat-Israel Versus Iran menimbulkan kekhawatiran atas pasokan bahan bakar, termasuk di Tanah Air. Dok. Merdeka.
EmitenNews.com - Konflik Timur Tengah yang terus menunjukkan ketegangan memaksa pemerintah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memastikan pemanfaatan energi nasional tetap optimal. Meningkatnya eskalasi perang Amerika Serikat-Israel Versus Iran menimbulkan kekhawatiran atas pasokan bahan bakar, termasuk di Tanah Air.
Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu, Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung mengatakan, pihaknya mengevaluasi berbagai sektor pengguna bahan bakar minyak (BBM), termasuk sektor pembangkitan listrik.
Pemerintah juga mendorong peningkatan pemanfaatan energi alternatif, seperti gas, guna menciptakan penggunaan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Dalam keterangannya yang dikutip Selasa (17/3/2026), Yuliot Tanjung memastikan pemerintah melakukan efisiensi, dan segera melakukan langkah-langkah antisipatif. Antara lain mengevaluasi penggunaan BBM untuk pembangkit-pembangkit, juga penggunaan gas.
“Intinya bagaimana efisiensi bisa dilakukan," kata Wamen ESDM Yuliot Tanjung, usai meninjau kesiapan pasokan BBM dan LPG menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, di Padalarang, Bandung.
Evaluasi tidak hanya difokuskan pada sektor pembangkit listrik, tetapi juga mencakup berbagai aktivitas operasional yang menggunakan BBM. Semuanya untuk memastikan pengelolaan energi dengan cermat.
"Presiden meminta kepada kita untuk melakukan manajemen energi agar lebih efisien," tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo meminta jajaran Kabinet Merah Putih untuk menyiapkan berbagai langkah penghematan energi sebagai antisipasi apabila terjadi krisis energi global. Salah satu opsi yang dipertimbangkan, penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) serta pengurangan hari kerja, sebagaimana pernah dilakukan oleh Pakistan.
"Dulu kita atasi pandemi Covid-19, berhasil. Kita mampu. Banyak bekerja dari rumah, efisiensi. Kita menghemat BBM dalam jumlah sangat besar. Karena itu, pengurangan hari kerja juga dipertimbangkan dan langkah-langkah penghematan lainnya. Walaupun merasa aman, tidak panik, tapi kita juga tidak boleh terlalu lengah," tutur Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah tengah mematangkan langkah efisiensi dan optimalisasi anggaran negara
Related News
Pemerintah Beli Sebagian Saham Aplikator Ojol, Ternyata Ada Misinya
Perkuat Ekosistem Kawasan IKN, Dua Investor Incar Proyek Komersial
BPK Temukan Dana Haji 2025 Salah Sasaran, 4.760 Jemaah Tidak Berhak
May Day 2026, Begini Kejutan Lain dari Prabowo Untuk Pengemudi Ojol
Pemerintah Batasi Outsourcing Hanya 6 Bidang, di Luar Itu Terlarang
May Day di DPR Senayan, Cek Lima Tuntutan Aksi Massa Buruh GEBRAK





