Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Mobil Listrik VKTR di Magelang
Presiden RI Prabowo Subianto saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik PT. VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026. (Foto: BPMI Setpres)
EmitenNews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
PT VKTR Sakti Industries merupakan anak perusahaan dari emiten terafiliasi Grup Bakrie yaitu PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR). Pemegang saham VKTR sendiri adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebesar 24,4%, PT Bakrie Metal Industries 14,33%, dan kepemilikan publik sebesar 61,26%.
Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat industri kendaraan listrik nasional. Sebelum seremoni, Presiden meninjau langsung berbagai produk kendaraan listrik yang diproduksi di fasilitas tersebut.
Beberapa unit yang ditampilkan antara lain bus listrik 12 meter untuk layanan DAMRI di TransJakarta, bus listrik 8 meter untuk Trans Semarang, hingga berbagai kendaraan industri seperti forklift listrik dan heavy duty truck.
Peninjauan tersebut dipandu oleh Komisaris Utama VKTR Anindya Novyan Bakrie bersama Presiden Direktur Anindra Ardiansyah Bakrie yang menjelaskan perkembangan teknologi serta kapasitas produksi kepada Presiden.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan pentingnya pengembangan industri kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi energi nasional.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 9 April 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Berbasis Listrik VKTR,” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Sekretariat Presiden .
Peresmian ditandai dengan penekanan sirine dan penandatanganan prasasti. Pemerintah menilai kehadiran pabrik ini tidak hanya memperkuat hilirisasi industri, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor.
Selain itu, proyek ini diharapkan mampu mempercepat transisi menuju energi bersih, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan nilai tambah dalam negeri di sektor transportasi dan manufaktur berbasis listrik.
Related News
Kasihan Para Pekerja Industri Nikel di Morowali, Ini Temuan Komnas HAM
Prabowo Targetkan Produksi Massal Sedan Listrik Nasional Pada 2028
Ongkos Haji Tak Naik, Kenaikan Biaya Avtur Dibebankan APBN
Pasar Tradisional Jakarta Menuju Era Digitalisasi, Tahun Ini Capai 110
Kasus Restitusi Pajak, KPK Panggil Direktur Keuangan Adaro Wamco Prima
Efisiensi Anggaran, Soal Wacana Pemotongan Gaji Menteri Belum Dibahas





