Produksi Batu Bara Melonjak, Laba 2025 PKPK Melesat 136,8 Persen
:
0
Pelabuhan batu bara PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK)
EmitenNews.com - PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) mencatat lonjakan kinerja operasional sepanjang 2025. Hingga Desember 2025, volume penjualan batu bara Perseroan mencapai 1,075 juta ton. Angka ini melesat signifikan dibandingkan Desember 2024 yang hanya sebesar 259.585 ton.
Seiring kenaikan volume, nilai transaksi penjualan juga melonjak tajam. PKPK membukukan nilai penjualan sebesar Rp732,374 miliar pada Desember 2025. Angka tersebut meningkat dari Rp202,716 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi produksi, PKPK mencatat output batu bara sebesar 1,090 juta ton pada Desember 2025. Produksi ini naik drastis dari 272.866 ton pada Desember 2024. Namun, harga jual rata-rata tercatat turun menjadi Rp680.696 per ton, lebih rendah dibandingkan Rp780.921 per ton pada Desember 2024.
Sepanjang 2025, aktivitas pengupasan lapisan tanah atau overburden removal juga meningkat signifikan. PKPK mencatat realisasi overburden removal sebesar 8,572 juta bank cubic meter. Angka tersebut naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan 4,039 juta bcm pada Desember 2024.
Di sisi cadangan, jumlah cadangan batu bara Perseroan tercatat turun dari 63,727 juta metrik ton menjadi 62,637 juta metrik ton. Sementara itu, sumber daya batu bara menurun dari 400,727 juta ton menjadi 399,637 juta ton pada akhir Desember 2025.
Dalam laporan keuangan tahun buku 2025 yang belum diaudit, seperti disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, Perseroan juga melaporkan lonjakan kinerja keuangan. Pendapatan konsolidasi Perseroan mencapai Rp749,37 miliar pada Desember 2025. Angka ini meningkat tajam dari Rp244,82 miliar pada Desember 2024.
PKPK membukukan laba bersih sebesar Rp15,62 miliar. Capaian ini melonjak 136,8 persen dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp6,595 miliar. Sejalan dengan itu, laba per saham meningkat dari 5,5 per saham menjadi 13,02 per saham.
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





