EmitenNews.com - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan peningkatan produksi dan penjualan batu bara sepanjang 2025, meski kinerja pendapatan tertekan akibat penurunan harga komoditas. Perseroan memproduksi 21,2 juta ton batu bara atau naik 5% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara volume penjualan mencapai 24,7 juta ton atau tumbuh 3% secara tahunan.

Namun demikian, pendapatan perusahaan tercatat turun 18% menjadi USD1,88 miliar akibat melemahnya harga jual rata-rata batu bara. Pada periode yang sama, laba kotor tercatat sebesar USD483 juta dengan marjin laba kotor 26%, sedangkan laba bersih mencapai USD195 juta.

Meski menghadapi tekanan harga komoditas, perseroan tetap menjaga kondisi keuangan yang solid melalui efisiensi operasional dan pengendalian biaya. Hingga akhir Desember 2025, total aset ITMG tercatat sebesar USD2,4 miliar dengan ekuitas USD1,9 miliar. Posisi kas dan setara kas mencapai USD808 juta atau sekitar 34% dari total aset perusahaan.

Dari sisi pasar, penjualan batu bara ITMG masih didominasi pasar ekspor. Sepanjang 2025, penjualan terbesar ditujukan ke Tiongkok sebesar 34%, diikuti Jepang 18%, India 9%, Filipina 4%, serta pasar domestik sebesar 22%.

Memasuki 2026, perusahaan menargetkan produksi batu bara sebesar 5,1 juta ton pada kuartal I dengan target penjualan mencapai 6,8 juta ton.

Selain bisnis inti batu bara, ITMG juga terus memperluas diversifikasi usaha. Pada sektor energi terbarukan, perusahaan mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga surya baik melalui sistem atap maupun solar farm. Hingga akhir 2025, total kapasitas operasional entitas anak energi terbarukan ITMG telah mencapai 63,7 MWp.

Di sektor mineral strategis, perusahaan juga mengambil langkah awal dengan mengakuisisi kepemilikan minoritas di Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE), perusahaan tambang nikel yang tercatat di bursa. Investasi ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi untuk memperoleh eksposur terhadap mineral yang relevan dalam transisi energi global.

Di sisi tata kelola dan keberlanjutan, ITMG juga memperoleh pengakuan dari lembaga pemeringkat ESG global Sustainalytics yang menempatkan perusahaan pada peringkat pertama di antara perusahaan batu bara sejenis baik di Indonesia maupun secara global.

Sebagai bagian dari komitmen kepada pemegang saham, ITMG juga telah membagikan dividen interim sebesar USD50 juta pada November 2025.