Proses Go Private, Segini Kinerja EDGE Kuartal I 2026
:
0
Pengurus Indonet pada suatu kesempatan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indonet (EDGE) kuartal pertama 2026 mengemas laba bersih Rp34,4 miliar. Mengalami perosotan 3,37 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp35,6 miliar. Oleh sebab itu, laba per saham dasar dan dilusian ikut menyusut menjadi Rp17 dari periode sebelumnya Rp18.
Pendapatan bersih Rp243,02 miliar, melonjak 31,23 persen dari posisi sama tahun lalu Rp185,18 miliar. Beban pokok pendapatan Rp125,82 miliar, mengalami pembengkakan dari periode sama 2025 senilai Rp95,29 miliar. Laba kotor terkumpul Rp117,2 miliar, melonjak dari Rp89,88 miliar.
Beban Bengkak
Beban penjualan Rp1,48 miliar, bengkak dari Rp512 juta. Beban umum dan administrasi Rp33,71 miliar, bertambah dari Rp26,33 miliar. Pendapatan bunga Rp356 juta, anjlok dari Rp1,21 miliar. Beban pinjaman Rp43,19 miliar, bertambah signifikan dari Rp23,11 miliar. Beban bunga liabilitas Rp20 juta, turun dari Rp47 juta.
Beban operasi lainnya Rp4,1 miliar, melorot dari Rp244 juta. Laba periode berjalan Rp34,47 miliar, turun dari periode sama tahun lalu Rp35,49 miliar. Jumlah ekuitas Rp1,86 triliun, naik dari Rp1,82 triliun. Total liabilitas Rp5,62 triliun, bengkak dari akhir 2025 senilai Rp3,62 triliun. Jumlah aset Rp7,48 triliun, melesat dari akhir tahun lalu Rp5,45 triliun.
Kebut Delisting
Indonet (EDGE) menyudahi kiprah pasar modal segera terwujud. Itu menyusul rencana go private, delisting, dan pembatalan pencatatan (delisting) saham dari Bursa Efek Indonesia mendapat restu para pemodal. Izin investor itu meluncur dalam rapat umum pemegang saham tahunan, luar biasa, dan independen pada 22 April 2026.
Pada rapat akbar itu, investor dengan suara bulat mendukung penuh langkap perseroan cabut dari pasar modal nasional. Dukungan suara itu mencapai 96,49 persen atau selevel dengan 153,99 juta pemilik suara sah. Presentase tingkat kuorum kehadiran mencapai 96,56 persen.
Buyback Harga Premium
Sebagai bagian dari proses go private, Digital Edge (Hong Kong) Ltd selaku pemegang saham pengendali akan melaksanakan penawaran tender sukarela untuk membeli saham publik. Digital Edge berencana membeli maksimal 159.598.500 saham atau 7,90 persen dari modal disetor sebelum proses delisting dilakukan.
Related News
Izin Pemanfaatan Hutan Dicabut, Toba Pulp Lestari PHK Karyawan
PT Timah (TINS) Kantongi Pendapatan Rp11,5 Triliun Pada 2025
Saham Ngegas Ini Digembok Perdana
Pengendali Baru INPS, GIG Persada Proses Tender Wajib Saham Publik
Perkuat Modal, Jasuindo (JTPE) Buyback Saham Rp200 MiliarĀ
KEJU Tabur Dividen 50 Persen dari Laba, Cum Date 29 April 2026





