EmitenNews.com - Cakra Buana Resources Energi (CBRE) mengklaim rencana right issue tetap berjalan sesuai rencana. Saat ini, proses right issue tersebbut memasuki tahap penelaahan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). CBRE terus melanjutkan seluruh proses untuk pelaksanaan right issue.

Saat ini, tinggal menunggu pernyataan efektif dari OJK sebelum memasuki tahapan penawaran kepada pemegang saham. ”Rencana right issue tetap berjalan, dan berprogres. Saat ini dokumen masih dalam proses penelaahan oleh OJK, dan kami terus berkoordinasi untuk memenuhi seluruh ketentuan berlaku hingga mengantongi pernyataan efektif," tegas Amanda Octania, Sekretaris Perusahaan CBRE.

Right issue CBRE merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung agenda ekspansi bisnis ke depan. Dana hasil right issue, nanti akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja, pengembangan usaha, dan berbagai peluang proyek strategis yang sedang dipersiapkan.

Pada aksi korporasi itu, CBRE berencana menerbitkan maksimal 12,76 miliar saham baru dengan kisaran harga pelaksanaan Rp100-150 per helai. Menyusul skema harga itu, CBRE berpotensi meraup dana segar sekitar Rp1,91 triliun. Setiap pemegang 90 saham lama akan memperoleh 253 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Di sisi lain, saat ini, CBRE tengah memasuki tahap final persiapan pekerjaan untuk proyek bersama Petronas. CBRE juga terlibat dalam Proyek Hidayah Phase 1 Blok North Madura II melalui penyediaan kapal HAI LONG 106 untuk mendukung pekerjaan EPCIC dijalankan PT Gunanusa Utama Fabricators. 

Selain itu, CBRE juga tengah mempelajari sejumlah peluang proyek baru baik dalam, dan luar negeri sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha. Dengan proses right issue terus berjalan, dan pipeline proyek makin berkembang, CBRE optimistis memiliki posisi makin kuat untuk menangkap berbagai peluang bisnis sektor energi, dan jasa penunjang industri migas ke depan. (*)