Prudent, BUKA Janji Habiskan Dana IPO Tahun Ini
:
0
Salah satu sudut ruangan kantor Bukalapak. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bukalapak (BUKA) telah menyerap dana initial public offering (IPO) senilai Rp17,04 triliun. Realisasi tersebut setara 79,91 persen dari total dana IPO sejumlah Rp21,32 triliun. Serapan dana IPO itu, berdasar data per 31 Desember 2025.
Artinya, sisa dana IPO belum tersalurkan senilai Rp4,28 triliun. Manajemen Bukalapak mengklaim, realisasi dana IPO dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent) dan selektif, sebagai bagian dari kebijakan pengelolaan modal, dan likuiditas perseroan. Pendekatan itu, mempertimbangkan kondisi usaha, prioritas pengembangan, dinamika ekonomi dan industri, dengan tujuan menjaga kualitas penggunaan dana, dan keberlanjutan usaha perseroan.
Perseroan dan entitas dalam grup perseroan secara aktif menjajaki berbagai peluang pertumbuhan usaha, dan potensi kerja sama. Namun hingga akhir periode pelaporan, peluang-peluang tersebut belum sepenuhnya memenuhi kriteria strategis, finansial, dan profil risiko yang ditetapkan perseroan. So, realisasi dana IPO ditunda sampai dengan terdapat peluang yang memenuhi kriteria tersebut.
Setelah melakukan evaluasi terhadap jadwal dan target penyelesaian realisasi sisa dana IPO, perseroan menetapkan penyesuaian target waktu penyelesaian realisasi sisa dana IPO menjadi sampai 31 Desember 2026. Itu dengan tetap mengacu pada peruntukan dana IPO sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya.
Pengungkapan itu, merupakan bagian dari komitmen terhadap prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dan sebagai bentuk penundukan diri pada ketentuan Pasal 12 Peraturan OJK Nomor 40 Tahun 2025. Perseroan akan mempertanggungjawabkan rencana dan realisasi penggunaan dana IPO, termasuk penyesuaian target penyelesaian realisasi sisa dana IPO kepada para pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham sesuai ketentuan berlaku.
”Penyesuaian target waktu penyelesaian realisasi sisa dana IPO bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian (prudent), pengelolaan modal, likuiditas perseroan dengan fokus pada keberlanjutan usaha, dan efektivitas penggunaan dana,” tegas Cut Fika Lutfi, Corporate Secretary Bukalapak. (*)
Related News
Baru Seminggu Listing, EMMI Diborong Yulie Sekuritas Lewat Repo Jumbo
Volume Transaksi Melesat, Begini Jawaban Manajemen WOWS Pada BEI
TLKM Gandeng EDB Singapura Perkuat Infrastruktur Digital Berkelanjutan
Harga Saham RANS Anjlok Drastis saat IHSG Melesat Balik ke Level 6.000
BWPT Tuntaskan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah, Total Rp38,29 Miliar
RMKE Eksekusi Stock Split 1:5, Jadwal Nominal Baru Mulai 17 Juli 2026





