EmitenNews.com - Unilever Indonesia (UNVR) sepanjang 2025 mengemas laba Rp7,64 triliun. Melonjak 127,38 persen dari episode sama akhir 2024 senilai Rp3,36 triliun. Dengan hasil itu, laba per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan Rp93 dari sebelumnya Rp76.

Penjualan bersih Rp31,94 triliun, surplus tipis 4,31 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp30,62 triliun. Harga pokok penjualan Rp16,94 triliun, bengkak tipis dari edisi sama akhir 2024 senilai Rp16,06 triliun. Laba kotor terkumpul Rp14,99 triliun, menanjak tipis dari akhir tahun sebelumnya Rp14,55 triliun. 

Beban pemasaran Rp7,39 triliun, susut dari Rp7,67 triliun. Beban umum dan administrasi Rp2,96 triliun, mengalami pemangkasan dari Rp3,06 triliun. Beban lain-lain Rp44,68 miliar, bengkak dari Rp17,5 miliar. Laba usaha Rp4,59 triliun, melejit dari fase sama tahun sebbelumnya sebesar Rp3,8 triliun. 

Penghasilan keuangan Rp24,44 miliar, melesat dari Rp16,1 miliar. Biaya keuangan Rp118,18 miliar, bengkak dari Rp72,27 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan Rp4,49 triliun, naik dari Rp3,75 triliun. Beban pajak penghasilan Rp960,98 miliar, bengkak dari Rp846,49 miliar. 

Laba dari operasi yang dilanjutkan Rp3,53 triliun, meningkat dari Rp2,9 triliun. Laba tahun berjalan dari operasi yang dihentikan Rp309,46 miliar, turun dari Rp464,04 miliar. Laba penjualan operasi yang dihentikan Rp3,79 triliun. Total laba dari operasi yang dihentikan setelah pajak Rp4,1 triliun, melambung signifikan dari Rp464,04 miliar. 

Jumlah ekuitas Rp4,47 triliun, mengalami lompatan dari akhir 2024 senilai Rp2,14 triliun. Total liabilitas terkumpul Rp15,54 triliun, mengalami pembengkakan dari akhir 2024 sejumlah Rp13,89 triliun. Jumlah aset Rp20,02 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun sebelumnya Rp16,04 triliun. (*)