EmitenNews.com—Setelah 8 bulan melantai di Bursa, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) per 30 April 2023 telah release laporan keuangan audit untuk tahun buku 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan telah kami laporkan kepada Publik melalui Bursa dan OJK.” sapa Wawan Heri Purnomo Corporate Secretary ELPI dalam keterangan resminya untuk menjelaskan kinerja ELPI selama tahun 2022. 

 

Efilya Kusumadewi-Direktur menyampaikan, Puji Tuhan tahun 2022 ini ELPI berhasil mencatatkan pendapatan senilai Rp632,83 miliar yang menunjukkan kenaikan sebesar Rp92,24 miliar daripada tahun sebelumnya. Hal ini didukung dengan penambahan kontrak baru dengan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur dengan nilai kontrak sebesar Rp415,783 miliar, PT Pertamina Hulu Mahakam senilai Rp36,387 miliar, dan PT Pertamina Hulu West Madura Offshore senilai Rp66,850 miliar. 

 

“EBITDA perusahaan mengalami peningkatan senilai Rp29,83 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang ditunjang dari peningkatan pendapatan selama tahun 2022. Penurunan laba bersih perusahaan pada tahun 2022 yaitu sebesar 1% yang disebabkan oleh revaluasi aset tetap yang dilakukan pada akhir tahun 2021 sehingga menyebabkan kenaikan biaya depresiasi serta kerugian entitas asosiasi.”

 

Lya menambahkan “Debt to Equity Ratio (DER) perusahaan pada tahun 2022 menunjukkan angka 13% yang berarti perusahaan dalam kondisi sehat dan memenuhi covenant yang ditetapkan bank kreditur yaitu menjaga rasio keuangan debt to equity (DER) kurang dari 230%, Debt Service Coverage (DSC) di atas 1 kali (100%) dan Current Ratio di atas 1 kali (100%).” 

 

Untuk kewajiban, saat ini ELPI semakin sehat dimana liabilities dari tahun ke tahun semakin menurun dimana tahun 2020-2021 liabilities ELPI dari Rp.330 miliar menjadi 297,95 miliar. Sedangkan di tahun 2022 liabilities mengalami penurunan hingga 18% sehingga total liabilities sebesar 242,88 miliar.