RAJA dan Happy Hapsoro Beber Tak Ada Relasi dengan CBRE
:
0
Happy Haposoro (suami Puan Maharani) menegaskan tidak ada sangkut paut bisnis dengan Cakra Buana. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Rukun Raharja (RAJA) menegaskan komitmen menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Itu termasuk dalam memastikan keakuratan, dan transparansi informasi publik di tengah peningkatan dinamika pasar modal. Sebagai bagian dari komitmen itu, perseroan memandang perlu memberi klarifikasi atas sejumlah pemberitaan di media massa, media sosial, dan forum investasi yang dinilai tidak merujuk pada data resmi.
Menanggapi pemberitaan yang mengaitkan pemegang saham pengendali perseroan, Happy Hapsoro, dengan Cakra Buana Resources Energi (CBRE), manajemen RAJA menegaskan tidak terdapat hubungan kepemilikan, afiliasi, maupun kerja sama bisnis, baik secara langsung maupun tidak langsung, antara RAJA Group dan/atau Happy Hapsoro dengan CBRE.
Corporate Secretary RAJA, Yuni Patinasarani, menegaskan “sebagai perusahaan publik, RAJA berkewajiban memastikan setiap informasi menyangkut pemegang saham pengendali disampaikan secara faktual dan proporsional. Berdasar data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), dan laporan kepemilikan saham publik di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak ditemukan satu pun dokumen yang menunjukkan adanya hubungan atau keterlibatan dengan CBRE. Kami menghargai perhatian publik terhadap perseroan, dan pemegang sahamnya, namun perlu ditegaskan tidak terdapat keterkaitan apa pun antara keduanya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yuni mengimbau agar publik, analis, dan pelaku pasar berhati-hati terhadap informasi spekulatif yang belum terverifikasi, terutama yang bersumber dari media sosial, forum investasi, atau publikasi tanpa acuan data resmi.
“Kami memahami dinamika pasar sering kali diwarnai spekulasi, apalagi saat terjadi pergerakan harga saham yang ekstrem. Namun penyebutan nama individu tanpa dasar dokumen atau fakta hukum merupakan bentuk disinformasi yang dapat menyesatkan investor,” tambahnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah saham di sektor energi dan jasa penunjangnya mengalami lonjakan harga signifikan di Bursa Efek Indonesia. Kondisi tersebut kemudian memicu spekulasi publik dan pemberitaan keliru yang mengaitkan fenomena tersebut dengan pihak-pihak tertentu.
Melalui klarifikasi ini, RAJA berharap masyarakat dan pelaku pasar menilai setiap dinamika korporasi berdasarkan data fundamental, dan fakta resmi, guna menjaga integritas serta kredibilitas pasar modal Indonesia. (*)
Related News
TAMA Mendadak Batal Jual Aset Rp64,5 Miliar di Jaksel, Simak Alasannya
Pendapatan Ambles 51 Persen, OASA Masih Rugi Rp42,78 Miliar di 2025
Jatuh Tempo 4 Juli, Mandiri Amankan Dana Rp1,95T Lunasi Green bond
Tantang Dominasi YUPI, Akasha (ADES) Bidik Pasar Gummy Rp15 Triliun
Raffi-Nagita Pegang Kendali, VISI Copot Komisaris Utama dan 1 Direksi
Rogoh Rp661,34 Miliar, Samuel Sekuritas Serok 7,35 Persen Saham RLCO





