EmitenNews.com - Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) meluncurkan Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas (XMES). XMES menjadi salah satu dari lima ETF emas resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Peluncuran XMES itu, merupakan bagian dari Seremoni Pembukaan Perdagangan dalam peringatan 49 Tahun pengaktifan kembali pasar modal Indonesia di Main Hall BEI.

Hajatan itu, diresmikan melalui penekanan tombol bersama, dan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Direksi BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Peluncuran XMES hadir di tengah lonjakan minat terhadap investasi emas, dan perkembangan pasar modal Indonesia, memberi alternatif bagi investor untuk menjadikan emas sebagai bagian dari portofolio tanpa perlu membeli, dan menyimpan fisiknya secara langsung. Melalui unit XMES di BEI, investor dapat berinvestasi pada reksa dana yang menggunakan emas fisik sebagai aset dasar, dan dikelola sesuai prinsip syariah.

Direktur Utama Mandiri Manajemen Investasi Hardiyanto Pilia, mengatakan kehadiran XMES merupakan bagian dari langkah Mandiri Investasi untuk menangkap perubahan preferensi investor sekaligus memperluas pilihan instrumen investasi berbasis aset riil di pasar modal.

“Emas sudah lama dikenal sebagai salah satu pilihan investasi masyarakat, dan kini akses terhadap investasi emas juga semakin beragam. Karena itu, tantangannya bukan lagi hanya bagaimana investor memiliki emas, tetapi bagaimana memberikan akses terhadap emas melalui instrumen yang efisien, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan investor saat ini,” ujar Hardiyanto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (11/08).

XMES menggunakan emas fisik sebagai underlying asset, dengan tingkat kemurnian minimum 99,9 persen untuk emas bersertifikasi SNI atau 99,5 persen untuk emas berstandar internasional LBMA Certified. Dari total NAB, minimum 95 persen ditempatkan pada emas fisik, sementara porsi maksimal 5 persen dialokasikan pada instrumen pasar uang syariah, deposito syariah, dan/atau kas dan setara kas sesuai ketentuan yang berlaku. Pengelolaan XMES turut melibatkan Deutsche Bank A.G. Cabang Jakarta sebagai Bank Kustodian, Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan, serta Pegadaian sebagai Penyedia Emas dan Penyimpan Emas.

Mandiri Investasi melihat emas tetap relevan sebagai investasi jangka panjang, didukung oleh kinerja historis dan dinamika permintaan global. Berdasarkan kajian Mandiri Investasi per 30 Juni 2026, emas mencatatkan imbal hasil sekitar 9,9 persen per tahun dalam 20 tahun terakhir dan 18 persen per tahun dalam lima tahun terakhir. Di sisi lain, permintaan investasi emas global meningkat 84 persen menjadi 2.175 ton pada 2025, sementara produksi tambang tumbuh kurang dari 1 persen per tahun dalam satu dekade terakhir.

Direktur Investasi Mandiri Manajemen Investasi, Ernawan R. Salimsyah, CFA menilai kombinasi antara pertumbuhan permintaan dan keterbatasan pasokan menjadi salah satu faktor yang membuat emas tetap relevan dalam portofolio jangka panjang.

“Secara historis, emas memiliki karakteristik yang berbeda dibanding instrumen investasi lainnya dan cenderung lebih tahan ketika pasar mengalami tekanan. Karena itu, emas dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyeimbangkan portofolio, khususnya bagi investor dengan perspektif jangka panjang,” jelas Ernawan.

Mulai hari ini, unit XMES diperdagangkan di pasar sekunder melalui mekanisme seperti perdagangan saham, sehingga investor dapat melakukan transaksi melalui bursa tanpa perlu mengelola penyimpanan fisik emas secara langsung. XMES juga diterbitkan dan dikelola berdasarkan prinsip syariah sesuai Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025.