Rambah Sektor Consumer, Healthcare, dan EBT, Astra (ASII) Siapkan Dana Rp40 Triliun

EmitenNews.com -PT Astra International Tbk (ASII) terus menunjukkan tajinya dlana dunia bisnis, hal ini tercermin dari rencana investasi perseroan yang mengalokasikan dana hingga Rp40 triliun untuk merambah ke sektor sektor consumer, health care, dan energi terbarukan.
Head of Corporate Investor Relations Astra International Tira Ardianti mengatakan, investasi akan diterapkan dalam dua hal. Pertama, investasi pada bisnis eksisting, seperti investasi Astra International pada bisnis otomotif dengan mengembangkan sektor mobilitas.
"Kemudian pada sektor infrastruktur, kami mengawinkan offline dan online atau O2O. Tentu kita akan melihat jika potensi atau peluang untuk katakan menambah aset toll road. Itu contoh-contoh di bisnis yang sudah ada," jelas dia kepada media dalam Workshop Bersama Astra Group di Jakarta, Rabu (5/7/23).
Kedua, lanjut Tira, dalam berinvestasi ASII mempertimbangkan investasi pada bisnis yang memberikan sinergi dengan bisnis yang ada saat ini. Bisnis tersebut akan menghasilkan profit yang baik dalam jangka panjang, cashflow , arus kas yang stabil untuk perusahaan ke depan.
Dia menyampaikan, saat ini, perseroan sedang tertarik untuk berinvestasi pada bisnis healthcare , consumer , dan energi terbarukan. Pada bisnis healthcare , perseroan sudah menanamkan modal sebesar US$ 35 juta atau setara Rp 509 miliar kepada perusahaan Telemedicine bernama Halodoc pada Maret dan April 2021 silam.
Investasi yang dilakukan oleh perseroan ini menjadi bukti keseriusan ASII dalam melebarkan portfolio digital perusahaan.
Menurut dia, sektor healthcare adalah sektor yang menarik dan masih punya peluang untuk bertumbuh di Indonesia. Potensinya sangat baik, secara tingkat pendapatan terus meningkat, kemudian kesadaran terhadap kesehatan itu meningkat sementara supply masih terbatas "Makanya kita menggalakan sektor kesehatan dan memberikan kemudahan askes bagi penduduk Indonesia," ujar dia.
Perseroan juga terus menunjukan minatnya untuk berinvestasi pada sektor Environmental, Social, Governance (ESG), renewable energy atau yang terkait ekosistem. Realisasinya yakni investasi Nikel melalui anak usaha perseroan yaitu PT United Tractors Tbk (UNTR). "Ini adalah bagian integrasi dari ESG tadi yang sejalan strategi bisnis kami dan rencana jangka panjang kami yang masuk ke bisnis-bisnis berkaitan erat dengan ESG salah satunya renewable energy," kata dia.
Sektor baru yang menjadi incaran selanjutnya, yaitu consumer goods yang masih dalam tahap pengkajian dan eksplorasi dari perseroan. Potensi bisnis yang masih besar di Indonesia masih menjadi alasan utama ASII melirik sektor tersebut.
Related News

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG