RATU Bagi Dividen Rp122,17 Miliar, 46 Persen Laba 2025
:
0
Blok migas Cepu yang dikelola Raharja Energi Cepu. DOK-RATU)
EmitenNews.com - Raharja Energi Cepu (RATU) memutuskan pembagian dividen tunai USD7.030.580 atau setara Rp122,17 miliar dengan kurs Rp17.378 per dolar Amerika Serikat (USD) pada 4 Mei 2026. Alokasi dividen itu, diambbil sekitar 46,3 persen dari torehan laba bersih tahun buku 2025 senilai USD15,2 juta.
Dengan hasil itu, para investor akan mengantongi dividen tunai Rp45 per lembar. Disident yield emiten besutan Happy Hapsoro tersebut sekitar 0,72 persen berdasar penutupan perdagangan saham perseroan edisi 7 Mei 2026 di level Rp6.225 per helai. Pembagian dividen itu, telah dipatenkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan tahun buku 2025 hari ini.
Pembagian dividen itu, mencerminkan komitmen perseroan untuk memberikan imbal hasil konsisten sekaligus menjaga ruang pertumbuhan ke depan. Sepanjang tahun lalu, RATU membukukan laba bersih USD15,2 juta, tumbuh 8,9 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pendapatan terkoreksi 14,6 persen menjadi USD49,3 juta akibat penurunan volume lifting dan harga minyak. Efisiensi biaya menjadi kunci COGS turun 29 persen sehingga Adjusted EBITDA tetap tumbuh 2 persen menjadi USD30,8 juta dengan margin di atas 62 persen. Total aset menguat ke USD76,0 juta dengan ekuitas USD56,6 juta, dan rasio DER sehat di level 0,30x.
Secara operasional, Blok Cepu mencatat produksi rata-rata 151 ribu BOPD dengan sisa cadangan 2P sebesar 296 MMBO. Sementara Blok Jabung membukukan produksi rata-rata 49,7 ribu BOEPD dengan cadangan 2P 243 MMBOE. Kedua blok itu, menjadi tulang punggung kinerja, dan landasan ekspansi akan terus dikejar dalam waktu dekat. (*)
Related News
TALF Salurkan Dividen Mini, Cum Date 1 Juli 2026
Gelar RUPS, MNC Energy (IATA) Ubah Jajaran Komisaris dan Direksi
Umumkan DHB 5.0, Apresiasi Tinggi untuk Nasabah Setia Danamon (BDMN)
SMDR Bagi Dividen Final Rp155,6 Miliar Senilai Rp9,5 per Saham
KOTA Garap Rest Area Rp300M di JORR 2, Perkuat Mesin Recurring Income
Saham Publik Cuma 0,22 Persen, FASW Cari Jalan Keluar Suspensi BEI





